Sucaco (SCCO) Kantongi Restu Stock Split 1:4, Cek Jadwal Berikut
JAKARTA, investortrust.id - Emiten produsen kabel, PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk atau Sucaco (SCCO) akan menggelar pemecahan nilai saham stock split dengan rasio 1:4.
Perseroan telah mendapat persetujuan untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLB), pada tanggal 20 Februari 2024.
“Nilai nominal saham nantinya akan menjadi Rp 250 per saham dari sebelumnya Rp 1.000 per saham,” tutur Manajemen Perseroan pada keterbukaan informasi BEI yang dikutip, Senin (04/03/2024).
Baca Juga
Bila stock split berhasil, maka jumlah saham yang beredar SCCO bertambah menjadi 822.333.600 saham, dari sebelumnya 205.583.400 saham.
Adapun jadwal pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham (stock split) SCCO adalah:
1. Akhir Perdagangan Saham dengan Nilai Nominal Lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosias : 7 Maret 2024.
2. Awal Perdagangan Saham dengan Nilai Nominal Baru di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 8 Maret 2024.
3. Akhir Penyelesaian Transaksi Saham dengan Nilai Nominal Lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 13 Maret 2024.
4. Tanggal Penentuan Pemegang Saham yang Berhak atas Hasil Pemecahan Nilai Nominal Saham (Stock Split) (Recording Date): 13 Maret 2024.
5. Tanggal Distribusi Saham dengan Nilai Nominal Baru: 14 Maret 2024.
Baca Juga
Topindo (TOSK) Rambah Bisnis FMCG Usai IPO, Ternyata Ini Tujuannya
6. Akhir Penyelesaian Transaksi Saham dengan Nilai Nominal Baru di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi, dan Awal Perdagangan Saham dengan Nilai Nominal Baru di Pasar Tunai: 14 Maret 2024.
Sebelumnya, manajemen SCCO menyebutkan bahwa stock split tersebut bertujuan untuk memenuhi aturan free float.
Aksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar dan menurunkan harga per lembar saham agar lebih terjangkau bagi investor.
Menurut data RTI Business, saham SCCO ditutup melemah 25 poin atau 0,26% ke level Rp 9.725 pada perdagangan Senin (04/03/2024).
Adapun volume saham yang dicatatkan 4,80 ribu saham dengan nilai transaksi Rp 46,61 juta. Sementara frekuensi perdagangan tercatat 20 kali dengan kapitalisasi pasarnya adalah Rp 2 triliun.

