Samuel Sekuritas Ungkap Enam Saham Pilihan 2025 Didominasi Jenis Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham-saham defensif dan menawarkan imbal hasil dividen (high dividend yield) bisa menjadi pilihan sepanjang perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan mencapai level 7.700 dengan saham pilihan teratas ICBP, TLKM, JPFA, HEAL, dan BBRI.
Tim riset Samuel Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa pemangkasan suku bunga BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 5,75% beberapa waktu lalu berpotensi menjadi risiko baru, meski kebijakan tersebut ditujukan untuk menggerakan perekonomian dalam negeri.
Samuel Sekuritas menilai bahwa pemangkasan suku bunga tersebut bisa meningkatkan risiko, yaitu pelemahan nilai tukar rupiah dan aliran dana asing ke luar dari pasar keuangan domestic akibat spread BI Rate dengan Fed Fun Rate mengecil.
Baca Juga
Saham BBCA Mendadak Jadi Penyumbang Net Sell Terbesar Januari, Ada Apa?
“Kemi menilai bahwa aliran masuk dana asing ke pasar saham beberapa hari terakhir diprediksi tak bertahan lama, sebab risk premium masih naik sejalan dengan penguatan ekonomi AS dan ketidakpastikan kebijakan pemerintahan negara tersebut,” tulisnya dalam riset yang diterbikan beberapa hari lalu.
Sentimen lainnya datang dari kebijakan moneter AS, khususnya peluang pemangkasan suku bunga makin mengecil dengan perkiraan hanya mencapai 25 bps tahun ini. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan semula tahun lalu.
Dengan kondisi tersebut sulit bagi Bank Indonesia (BI) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga tahun ini, bahkan kemungkinan tida ada lagi pemangkasan. Hal ini mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan peringkat rekomendasi saham sensitive terhadap suku bunga, seperti perbankan, otomotif, dan property. Underweight saham sektor semen, teknologi, dan perbankan digital akibat kurangnya katalis jangka pendek.
Sebaliknya saham-saham defensif dengan fundamental kuat, seperti sektor konsumsi, peternakan, telko, dan layanan kesehatan direkonedasikan overweight terdorong stimulus pemerintah, seperti makan bergizi gratis dan kenaikan upah minimum.
Baca Juga
Simak Saham BUMN Pilihan, Berpeluang Beri 'Dividend Yield' hingga 10%
Terkait target IHSG BEI, Samuel Sekuritas memperkirakan, hanya mencapai 7.700 sampai akhir tahun dan terbuka re-rating target IHSG setelah kuartal I-2025 dengan mempertimbangkan kebijakan Trump dan strategi moneter Indonesia. Target IHSG tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sekitar 13 kali, lebih rendah dibandingkan regional sekitar 13,2 kali. Diproyeksikan pertumbuhan laba emiten BEI mencaapi 7% tahun ini atau lebih rendah dari proyeksi rata-rata pertumbuhan laba emiten regional sekitar 10,5% tahun 2025.
Dengan kondisi tersebut pemodal bisa mempertimbangkan sejumlah saham defensive dan yield dividend dalam portofolio investasinya. Sejumlah saham yang bisa menjadi pilihan teratas tahun ini adalah saham ICBP, TLKM, JPFA, HEAL, dan BBRI.
Grafik Saham Pilihan
