Usaha Patungan Metrodata (MTDL) Kaji Bisnis AI pada Awal 2025
JAKARTA, investortrust.id – Usaha patungan (joint venture/JV) antara PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) dan perusahaan asal Vietnam, FPT IS Company Limited, yakni PT FPT Metrodata Indonesia (FMI) memulai kajian untuk merambah bisnis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). JV yang dimiliki MTDL sebesar 60% tersebut, mulai beroperasi pada awal 2025 dengan menawarkan layanan keamanan siber.
“FMI sedang meninjau untuk menyediakan solusi AI dan pengembangan perangkat lunak secara bertahap,” jelas Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja, dikutip pada Minggu (26/2025).
DI tengah berkembangnya era digitalisasi di berbagai sektor industri, perseroan mengaku siap mengantisipasi peningkatan permintaan tahun ini. Sebagai emiten teknologi informasi dan komunikasi (TIK) hampir 50 tahun, MTDL melihat telah terjadi revolusi industri yang dipicu perkembangan teknologi. Hal ini membuat semakin banyak perusahaan memerlukan teknologi industri 4.0.
Baca Juga
Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), Canalys, dan Counterpoint, pasar personal computer (PC) global mengalami lonjakan signifikan berkat integrasi teknologi AI. PC AI diprediksi akan mendominasi 60% pengiriman pada 2025, naik dari 27% pada 2024. Tren ini didorong meningkatnya permintaan dari segmen korporasi, berakhirnya dukungan Windows 10 pada Oktober 2025, serta dorongan dari vendor cip.
“Jelas bahwa industri di era digitalisasi berkembang jauh lebih pesat daripada era sebelumnya. Oleh karenanya, MTDL harus mampu beradaptasi cepat supaya dapat mengantisipasi perkembangan di industri TIK,” sambung Susanto.
Kementerian Perindustrian menyatakan, pemerintah telah meluncurkan ‘Making Indonesia 4.0’ pada 2018 untuk mendorong digitalisasi manufaktur dan meningkatkan daya saing global. Targetnya, Indonesia masuk 10 ekonomi terbesar dunia pada 2030 melalui ekspor, produktivitas, serta investasi penelitian dan pengembangan.
Proses transformasi menuju industri 4.0 ini didukung berbagai teknologi, seperti internet untuk segala (internet of things/IoT), kecerdasan buatan (AI), cloud computing, dan robotika untuk menciptakan sistem produksi yang efisien.
Baca Juga
Metrodata (MTDL) Bukukan Laba Bersih Tumbuh 13,3% pada Kuartal III 2024, Ini Faktor Pendorongnya
Dalam hal ini, pemerintah telah menetapkan sejumlah sektor utama, seperti otomotif, tekstil, dan farmasi menjadi prioritas dengan AI sebagai kunci otomatisasi industri.
“Terkait program pemerintah tersebut, Metrodata membantu industri mengadopsi penerapan teknologi terkini dari berbagai sisi,” kata Susanto.
Adopsi teknologi, meliputi penyediaan perangkat keras, perangkat lunak, implementasi solusi dan konsultasi TI, serta penyediaan tenaga kerja bidang TI terkini dengan teknologi terbaru.
Sepanjang 2024, MTDL berpartisipasi dalam berbagai acara teknologi strategis lintas sektor sehingga semakin memperkuat posisi perseroan sebagai pelopor sekaligus pemain utama di industri teknologi, komunikasi, dan informasi di Indonesia.

