BEI Ungkap Daftar 5 Saham Naik lebih dari 60%, Bahkan 2 Saham Terbang 142% Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan lima saham dengan penguatan pesat dengan kenaikan lebih dari 60% selama sepekan ini. Bahkan, dua saham berhasil torehkan penguatan sebanyak 142.
Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI pekan ini atau sepanjang 13-17 Januari sebanyak 65,79 poin (0,93%) dari 7.088,86 menjadi 7.154,65. Kenaikan pekan ini berbanding terbalik dengan pekan lalu dengan penurunan sebanyak 1,05%.
Penguatan paling pesat dicatatkan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) sebanyak 142,15% dari Rp 2.230 menjadi Rp 5.400. Saham yang listing perdana Rabu (8/1/2025) berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) dalam empat hari beruntun pekan ini hingga saham ini sempat disuspensi.
Baca Juga
Lompatan harga selanjutnya dicatatkan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan kenaikan 142,11% dari Rp 380 menjadi Rp 920. Saham ini tiba-tiba melesat setelah diumumkan masukknya pemegang saham baru, seperti adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djodohadikusumo, Mantan Dirut Telkom Arwin Rasyid, dan mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad.
Penguatan selanjutnya dicatatkan saham PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) sebanyak 95,39% menjadi Rp 2.970, seiring adanya isu bahwa Salim Group akan menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali operator jalan tol ini.
Kenaikan berikut dicatatkan saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) sebanyak 74,55% dari Rp 55 menjadi Rp 96 dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik sebanyak 63,16% dari Rp 7.600 menjadi Rp 12.400.
Lebih mengesankan lagi berdasarkan data BEI, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 247,45 miliar, dibandingkan pekan lalu dengan penjualan bersih (net sell) Rp 2,11 triliun. Pekan ini tercatat sebagai pekan net buy pertama untuk tahun 2025.
Baca Juga
Usai Adik Prabowo, Arwin Rasyid, dan Fadel Muhammad Masuk, Saham Surge (WIFI) Melesat hingga ARA
Meski demikian, pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih saham year to date (ytd) senilai Rp 2,68 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan BBRI Rp 641,27 miliar, BRMS Rp 477,10 miliar, dan BBCA senilai Rp 371,40 miliar.
Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningaktan nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI dari Rp 12.403 triliun menjadi Rp 12.472 triliun. Sedangkan penopang utama kenaikan indeks pekan ini datang dari pemangkasan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 5,75 pada Rabu.
BEI juga mencatatkan sektor saham penyumbang utama kenaikan indeks datang dari saham sektor property dengan penguatan 5,02%. Penguatan juga melanda saham sektor teknologi 2,29%, sektor energi 3,03%, sektor keuangan 1,63%, dan sektor consumer primer 1,15%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, industry, consumer non primer, dan transprotasi.
Dengan torehan tersebut, penguatan indeks BEI tercatat yang tertinggi di Asean untuk year to date (Ytd) mencapai 1,06% dan disusul Strait Times Singapura dengan penguatan 0,61%. Negara Asean lainnya justru mencatatkan penurunan indeks dengan tertinggi dicetak Malaysia sebanyak 4,60% dan Thailand turun 4,26%.
Grafik IHSG Sepekan

