Gaet Perusahaan Jepang, HGII Optimistis Raup Laba Bersih Rp 35 Miliar Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Emiten sektor energi baru terbarukan PT Hero Global Investment Tbk (HGII) membidik pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 35 miliar pada tahun 2025.
“Ekspektasi kita mungkin pendapatan 2025 sekitar 95 miliar lalu net profit di sekitar 35 miliar sehingga net profit-nya mungkin akan bertumbuh 3 kali lipat dari pendapatannya juga sekitar 3 atau 4 kali lipat,” ujar Direktur Keuangan HGII Hugo Feber Parluhutan Silalahi dalam konferensi pers pencatatan saham perdana HGII di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Tahun ini, HGII akan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 25 megawatt (MW) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) kapasitas 10 MW yang keduanya berlokasi di Sumatra Utara. Proyek ini akan didanai oleh dana hasil IPO sebesar Rp260 miliar.
Baca Juga
Usai Listing Perdana Saham, Hero Global (HGII) Bidik Pembangkit Listrik 100 MW
Lebih lanjut, PLTA 25 MW diestimasi mulai konstruksi tahun 2025, sedangkan PLTM 10 MW diestimasi mulai konstruksi tahun 2026. Kedua pembangkit hidro tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada 2028.
Secara keseluruhan, HGII akan membangun pembangkit hidro dengan total kapasitas 58 MW dan pembangkit EBT jenis lainnya yaitu biomassa (8 MW), biogas (6 MW), dan surya (10 MW) dalam 6 tahun ke depan.
Setelah IPO, perusahaan penyedia listrik Shikoku Electric Power Company, Inc. (Yonden) melalui anak usahanya yaitu SEP International Netherlands B.V. (SEPI) akan mengakuisisi 25% saham HGII. Dengan bergabungnya Yonden, maka komposisi saham HGII menjadi 55% dimiliki para pendiri perseroan sebagai pengendali, Yonden 25% lalu publik 20%.
Presiden Direktur HGII Robin Sunyoto mengatakan, Yonden merupakan kemitraan strategis bagi HGII untuk mempercepat pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia. Yonden akan memberikan tambahan pengetahuan kepada Perseroan sebagai perusahaan yang memiliki portfolio renewable energy sebesar 1000 MW di Jepang.
Harapannya, kolaborasi ini juga diharapkan membantu mendongkrak kinerja keuangan Perseroan melalui adanya efisiensi dari pengeluaran biaya atas transfer knowledge yang dilakukan.
“Kami optimistis dengan pertumbuhan konsumsi listrik Indonesia 5,4% pertahun, target bauran energi bersih 31% di tahun 2050, potensi energi baru terbarukan di Indonesia yang melimpah dan beragam, kontrak jangka panjang dengan pelanggan, kemitraan strategis dengan Yonden, maka HGII dapat mencapai target 100 MW pembangkit EBT pada 2031 dengan profitabilitas berkelanjutan,” ujar Robin.
Sebagai informasi, dari sisi kinerja keuangan, HGII berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih pada semester-I 2024 sebesar Rp26,3 miliar atau naik 22,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp21,5 miliar. Ekuitas HGII per 30 Juni 2024 sebesar Rp469,57 miliar tumbuh 3,6% (yoy). Sementara aset HGII sebesar Rp727,9 miliar.

