Perusahaan Renewable Energy Asal Jepang Ini Resmi Akuisisi 25% Saham Hero Global (HGII)
JAKARTA, investortrust.id – Shikoku Electric Power Company, Incorporated (Yonden) Jepang, resmi mengakuisisi 25% saham PT Hero Global Investment Tbk (HGII) senilai Rp 325 miliar.
“Harga transaksi ini sama dengan harga IPO saham HGII,” ujar Direktur Utama Hero Global Investment Robin Sunyoto dalam Konferensi Pers di Shangri-La Hotel Jakarta, Jumat (24/1/2025).
Yonde sebagai perusahaan penyedia listrik asal Jepang, mengambil alih 1.625.000.000 saham HGII. Sedangkan harga IPO saham HGII adalah Rp 200 per saham.
Baca Juga
Gaet Perusahaan Jepang, HGII Optimistis Raup Laba Bersih Rp 35 Miliar Tahun Ini
Investasi Yonden di Indonesia telah disepakati sebelumnya dalam perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional share purchase agreement/CSPA) antara pemegang saham pendiri HGII dan Yonden pada 8 November 2024.
Dalam perjanjian tersebut, disepakati bahwa transaksi pengambilalihan saham dilaksanakan maksimal satu bulan sejak pencatatan perdana saham HGII di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan HGII tercatat di bursa pada 9 Januari 2025.
Robin pun menegaskan, seluruh syarat dari aksi korporasi tersebut telah terpenuhi sehingga kegiatan hari ini hanya meresmikan transaksi penjualan saham saja. Diinformasikan pula, hasil penjualan ini tidak menjadi dana segar yang masuk ke kas perusahaan namun langsung ke pemilik saham HGII yang merupakan pendiri perseroan.
“Bukan injeksi dana segar, karena jual beli saham dari pendiri HGII tidak masuk ke perseroan. Adanya dana IPO untuk pengembangan proyek,” sambung Robin.
Baca Juga
Usai Listing Perdana Saham, Hero Global (HGII) Bidik Pembangkit Listrik 100 MW
Yonden mengambil alih saham HGII melalui anak usahanya yaitu SEP International Netherlands B.V. (SEPI). Dengan bergabungnya Yonden, maka komposisi saham HGII menjadi 55% dimiliki para pendiri perseroan sebagai pengendali, Yonden 25%, dan publik 20%.
Menurut Robin, Yonden merupakan kemitraan strategis bagi HGII untuk mempercepat pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia. Yonden akan memberikan tambahan pengetahuan kepada perseroan sebagai perusahaan yang memiliki portfolio renewable energy sebesar 1.000 MW di Jepang.
Manajemen berharap, kolaborasi tersebut juga dapat membantu mendongkrak kinerja keuangan perseroan, melalui adanya efisiensi dari pengeluaran biaya atas transfer knowledge yang dilakukan.
Baca Juga
“Kami optimistis dengan pertumbuhan konsumsi listrik Indonesia 5,4% per tahun, dengan target bauran energi bersih 31% pada 2050. Potensi energi baru terbarukan di Indonesia yang melimpah dan beragam, kontrak jangka panjang dengan pelanggan, kemitraan strategis dengan Yonden, maka HGII dapat mencapai target 100 MW pembangkit EBT pada 2031 dengan profitabilitas berkelanjutan,” papar Robin.
Sebagai informasi, dari sisi kinerja keuangan, HGII berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih pada semester I-2024 sebesar Rp 26,3 miliar atau naik 22,3% (yoy). Sementara itu, ekuitas HGII per 30 Juni 2024 sebesar Rp 469,57 miliar tumbuh 3,6% (yoy). Sementara aset HGII sebesar Rp 727,9 miliar.
Grafik Saham HGII

