FFR Mungkin Tak Naik Lagi, Simak Rekomendasi Saham Infrastruktur JSMR, TOWR, dan MTEL
JAKARTA, investortrust.id – Arah kebijakan Federal Reserve dalam memangkas suku bunga masih belum jelas, namun analis telah menghilangkan kemungkinan penaikan Fed Funds Rate (FFR) lagi pada saat pembuat kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat bertemu Desember nanti. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI menguat 1,4% ke 6.958 kemarin, dengan masih didominasi volume pembelian.
Untuk perdagangan hari ini di BEI, analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham infrastruktur layak dicermati investor, yakni Jasa Marga (JSMR) dan Sarana Menara Nusantara (TOWR). Selain itu, saham Dayamitra Telekomunikasi (MTEL).
Baca Juga
“JSMR spec buy dengan support Rp 4.600, cut loss jika break di bawah Rp 4.480. jika tidak break di bawah Rp 4.600, potensi naik ke Rp 4.840-4.960 short term,” kata Retail Research Team Leader CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Mino dalam keterangan di Jakarta, Kamis (16/11/2023).
Saham Pilihan Lain
Ia juga menyodorkan pilihan saham lain yang bisa dilirik investor, seperti Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Summarecon Agung (SMRA), dan Bank Central Asia (BBCA). Berikut rincian saham-saham yang direkomendasi MNCS Sekuritas untuk perdagangan saham hari ini, di Bursa Efek Indonesia.
BBCA
Spec buy dengan support Rp 8.950, dan cut loss jika break di bawah Rp 8.850. Jika tidak break di bawah Rp 8.950, potensi naik ke Rp 9.150-9.250 short term.
TLKM
Spec buy dengan support Rp 3.500, dan cut loss jika break di bawah Rp 3.450. Jika tidak break di bawah Rp 3.500, potensi naik ke Rp 3.600-3.650 short term.
Baca Juga
Penjualan Ritel AS Turun, Pemangkasan Bunga Fed Masih Belum Jelas
SMRA
Spec buy dengan support Rp 595, dan cut loss jika break di bawah Rp 580. Jika tidak break di bawah Rp 595, potensi naik ke Rp 625-640 short term.
MTEL
Spec buy dengan support Rp 675, dan cut loss jika break di bawah Rp 660. Jika tidak break di bawah Rp 675, potensi naik ke Rp 705-720 short term.
TOWR
Spec buy dengan support Rp 950, dan cut loss jika break di bawah Rp 940. Jika tidak break di bawah Rp 950, potensi naik ke Rp 970-980 short term.
(Disclaimer on)

