PPN Barang dan Jasa Umum Tetap 11%, Angin Segar Bagi Saham Sektor Konsumer Ini
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah pada Selasa (31/12) mengumumkan bahwa kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025 hanya berlaku untuk barang–barang mewah seperti jet pribadi, rumah mewah, kapal pesiar, dan lain sebagainya.
Adapun, pernyataan ini diperkuat oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 131 tahun 2024 yang telah ditandatangani oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Oleh sebab itu, barang dan jasa yang selama ini dikenakan PPN 11% tidak mengalami kenaikan PPN secara efektif, sehingga tarif PPN nya tetap 11%. Barang dan jasa yang selama ini dibebaskan dari PPN tidak mengalami perubahan. Selain itu, pemerintah juga menyebut bahwa paket stimulus yang diumumkan pada 16 Desember 2024 tetap akan berlaku.
Stockbit Sekuritas menilai, batalnya kenaikan PPN bagi barang dan jasa umum dan tetap berlakunya paket stimulus berpotensi memberikan sentimen positif bagi sektor konsumer terutama segmen menengah ke bawah seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Tempo Scan Pasific Tbk (TSPC) karena dapat menjaga daya beli masyarakat, terutama pada 1H25.
Walaupun demikian, masih terdapat risiko terjadinya kenaikan harga jika sejumlah pelaku usaha telah menaikkan harga jual dan tidak membatalkannya.
Baca Juga
IHSG Bergerak Menguat ke 7.104 di Awal Perdagangan Tahun 2025
“Kami menilai IHSG berpotensi bereaksi positif pada perdagangan hari ini, Kamis (2/1), merespon perkembangan ini,” urai Lead Investment Analyst Stockbit Edi Chandren dalam risetnya, Kamis (2/1/2025).
Dalam kesempatan lain, Pilarmas Investindo Sekuritas juga menilai bahwa kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025 hanya untuk barang mewah tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar domestik.
“Perubahan kebijakan ini menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia, yang mayoritas perekonomian ditopang oleh masyarakat kelas menengah,” urai Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam riset hariannya, Kamis (2/1/2025).
Untuk itu, Analis MNC Sekuritas Herditya T Wicaksana memberikan rekomendasi wait and see ICBP dengan support Rp 10.925 dan resistance Rp 11.400, spec buy saham MYOR dengan support Rp 2.730 resistance Rp 2.790 dan target harga Rp 2.820-2.880, serta spec buy saham TSPC dengan support Rp 2.450, resistance Rp 2.500 dan target harga Rp 2.540-2.600.

