Schroders Indonesia Dikabarkan Akan Tutup, Ini Penjelasan Manajemen
JAKARTA, investortrust.id – Manajer investasi skala global, yakni Schroders dikabarkan berencana menutup cabangnya di Indonesia. Kabar ini bergulir, setelah CEO Schroders yang baru, yakni Richard Oldfield mengumumkan fokusnya pada perampingan unit bisnis yang berkinerja buruk.
Kepada Investortrust, juru bicara Schroders Indonesia menjelaskan, pihaknya masih terus mencari mitra potensial untuk memastikan bisnis mereka tetap beroperasi.
“Kami terus berdiskusi dengan mitra potensial untuk memastikan kami terus memberikan layanan dan nilai yang luar biasa kepada klien kami,” tulis juru bicara saat memberikan pernyataan resmi kepada media Investortrust, Selasa (24/12/2024).
Schroders hadir di Indonesia sejak tahun 1991. PT Schroder Investment Management Indonesia merupakan bagian dari Schroders Plc. Manajer investasi ini berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Baca Juga
Schroders: Proses Peralihan Pemerintah Akan Menentukan Arah Pasar Modal
Schroders Indonesia memegang izin manajer investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (d/h BAPEPAM-LK) No. KEP-04/PM/MI/1997 tertanggal 25 April 1997.
Per Juni 2024, Schroders Indonesia mengelola dana lebih dari Rp 63,19 triliun untuk klien-klien retail maupun institusi, seperti dana pensiun, perusahaan asuransi dan lembaga sosial.
Tak hanya Schroders, sejumlah broker saham asing yang ternama juga tercatat telah menutup operasionalnya di Indonesia. Sebut saja, seperti PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia, PT Deutsche Sekuritas Indonesia, dan PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia.
Namun juru bicara Schroders mengaku enggan berkomentar terkait fenomena tersebut. “Sebagai lembaga keuangan yang teregulasi, kebijakan kami adalah tidak mengomentari spekulasi atau rumor pasar tertentu,” pungkasnya.

