Net Sell Berlanjut Rp 1,17 Triliun, Asing Lepas Saham ISAT, TLKM, hingga BMRI
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,17 triliun, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/2/2024), ditutup berbalik nik tipis 1,5 poin (0,02%) menjadi 7.285,32.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 383,45 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 226,93 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 92,53 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 87,09 miliar, dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 71,30 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 62,14 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 33,98 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 20,39 miliar, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Rp 14,76 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 14,03 miliar.
Kenaikan tipis indeks didukung penguatan sejumlah saham, seperti saham sektor industry 1,02%, sektor keuangan 0,26%, sektor teknologi 0,31%, sektor infrastruktur 0,30%, dan sektor kesehatan 0,13%. Sebaliknya penurunan melanda beberapa sektor saham berikut, yaitu saham sektor properti 0,31%, sektor konsumer primer 0,28%, dan sektor konsumer non primer 0,43%, sektor energi 0,20%.
Meski indeks hanya naik tipis, lima saham berikut justru melesat, seperti saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) naik hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 21 (35%) menjadi Rp 81. Penguatan juga melanda saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) naik Rp 22 (30,99%) menjadi Rp 93.
Baca Juga
Minat Asing Tinggi, Pemerintah Serap Dana Rp 24 Triliun dari Lelang SUN
Penguatan juga melanda saham berikut, yaitu saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) naik Rp 33 (27,50%) menjadi Rp 153, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menguat Rp 170 (18,28%) menjadi Rp 1.100, dan PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menguat Rp 32 (15,09%) menjadi Rp 244.
Sedangkan lima saham berikut catat penurunan paling dalam, yaitu saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS), PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), dan PT Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI).

