Persepsi Risiko Investasi di Indonesia Turun, Pasar Modal Domestik Kian Menarik
JAKARTA, investortrust.id – Persepsi risiko investasi di Indonesia disebut-sebut turun. Hal ini sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di pasar domestik. Prediksi tersebut, tercermin pada penyempitan rentang imbal hasil (spread yield) antara US Treasury 10Y dengan Obligasi Pemerintah Indonesia 10Y.
Direktur Investasi KISI Asset Management Arfan F Karniody, memberikan kesimpulan yang menggarisbawahi prospek positif, bagi pasar modal Indonesia di tengah ketidakpastian global.
“Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat menempatkan pasar modalnya sebagai tempat yang aman bagi investor di tengah ketidakpastian global,” tegas Arfan dalam Media Gathering bertajuk ‘Menavigasi Ketidakpastian Global, Memperkuat Ketahanan Domestik: Peluang dan Wawasan Sektoral untuk 2025’ di Langham, Jakarta, Selasa (17/12/2024).
Menurut dia, kebijakan fiskal dan moneter yang bijaksana, dipadukan dengan pertumbuhan yang tangguh, memastikan daya saing Indonesia dalam menarik aliran modal. Hal ini menjadikan Tanah Air sebagai tujuan investasi jangka panjang yang menarik.
Direktur Utama KISI Asset Management Mustofa menambahkan, Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi yang luar biasa, meski kondisi global masih penuh tantangan.
“Tantangan global seperti kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, tekanan inflasi, dan ketegangan geopolitik menjadi perhatian utama,” menurut Mustofa.
Namun dia meyakini, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kokoh. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkendali, dan dukungan kebijakan pemerintah yang konsisten. “Ini menjadi peluang besar bagi investor,” tegas Mustofa.
Baca Juga
Dalam menghadapi ketidakpastian global yang terus berlangsung, KISI Asset Management mengadakan media gathering yang bertujuan memberi wawasan kepada media, Meliputi dinamika ekonomi global, kekuatan fundamental ekonomi domestik Indonesia, serta peluang menarik yang dapat dimanfaatkan pada tahun 2025.
Melalui acara tersebut, KISI Asset Management berharap dapat memperkuat kepercayaan investor dan mitra terhadap prospek pasar keuangan Indonesia di tahun depan.
“Dengan fundamental ekonomi yang solid dan kebijakan yang proaktif, Indonesia diharapkan mampu menarik aliran modal jangka panjang dan memanfaatkan peluang yang ada di pasar domestik,” tutup Mustofa.
Baca Juga
Sinarmas Sekuritas Targetkan IHSG 2025 ke Level 8.100, Ada 7 Saham Pilihan Teratas

