Jelang RUPSLB Rights Isuse Besok, Saham MNC Energy (IATA) bisa Menuju Rp 80
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) berpotensi dikerek menjelang pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUSPSLB) untuk meminta persetujuan penerbitan saham baru atau rights issue sebanyak 20,19 miliar.
Berdasarkan agenda perseroan diungkapkan bahwa RUPSLB tersebut akan digelar di Jakarta, Rabu (18/12/2024). RUPS tersebut membahas dua agenda, yaitu persetujuan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 20,19 miliar saham IATA dan perubahan anggaran dasar perseroan.
Baca Juga
MNC Asia (BHIT) Divestasi 14,9% Saham MNC Energy (IATA), Tujuang Ini Terungkap
“Rencana penambahan modal tersebut akan berdampak positif terhadap fundamental dan kinerja keuangan IATA ke depan, sehingga saham ini berpotensi dikerek menuju level Rp 80 per saham dalam waktu dekat,” ungkap seorang sumber di Jakarta, Senin (17/12/2024).
Perseroan sebelumnya menyebutkan bahwa dana raihan dari rights issue tersebut akan digunakan untuk modal kerja, termasuk investasi pada anak-anak perusahaan. Sedangkan pelaksanaan penerbitan saham baru direncanakan paling lambat 12 bulan setelah disetujui pemegang saham.
Baca Juga
IHSG Selasa (17/12/2024) Cenderung Mixed, Ada 4 Saham Pilihan
Peluang penguatan harga saham IATA juga datang dari masuknya investor baru sekaligus mitra strategis, PT Karya Pacific Investama, sebagai pemegang saham baru perseroan setelah membeli 6,28 miliar atau 14,9% saham IATA. Pembelian tersebut bertujuan sebagai transaksi. Sedangkan bagi PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT), penjualan saham tersebut bagian dari pengembangan usaha dengan mitra strategis.
Grafik Saham IATA

