IMC Pelita Logistik (PSSI) Proyeksi Raup Pendapatan US$ 100 Juta
JAKARTA, investor.id – Emiten jasa angkutan batu bara, PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) memproyeksi perolehan pendapatan sebesar US$ 100 juta pada tahun 2023, turun tipis 5% secara year on year (yoy) dibanding sebesar US$ 119,3 juta pada tahun 2022.
Direktur Keuangan PSSI, Yolanda Waluto mengatakan, perkiraan penurunan pendapatan sepanjang tahun 2023, disebabkan turunnya sewa berjangka untuk kapal jenis mother vassel (MV), begitu pula dengan jumlah volume angkut (freight charter) pada segmen fasilitas muatan apung (FLF) dan tongkang (T&B) di tahun 2023 dibanding tahun sebelumnya.
‘’Kendati pendapatan turun, Perseroan optimistis dapat membukukan kenaikan laba bersih sekitar 5% yoy, karena kontribusi dari penjualan aset kapal yang kami lakukan,’’ papar Yolanda dalam Paparan Publik yang digelar secara daring, Selasa (14/11/2023). Perseroan melaporkan perolehan laba bersih tahun berjalan sebesar US$ 42,33 juta di tahun 2022.
Baca Juga
Tambah Armada, IMC Pelita (PSSI) Targetkan Capex Rp 322 Miliar di Tahun 2024
Lebih lanjut terkait penjualan asset kapal, Direktur Utama PSSI, Harry Tjhen, menyebut hal itu tidak memengaruhi perolehan pendapatan, karena pada lain sisi terdapat kenaikan tarif sewa kapal untuk tunda dan tongkang (T&B) serta kapal muatan apung (FLP).
‘’Walau volume angkut menurun karena jumlah kapal berkurang, kami terus mengoptimalkan jumlah kapal yang ada seiring kenaikan tarif sewa,’’ papar Harry.
Saat ini PSSI tercatat memiliki memiliki 71 armada operasi, terdiri 33 unit kapal tunda, 2 unit kapal tongkang, 2 unit fasilitas muara apung, 3 unit tongkang derek apung dan 5 unit kapal curah ukuran besar.
Kinerja Kuartal III-2023
Sebelumnya, PSSI melaporkan perolehan kinerja kuartal III-2023 dengan membukukan kenaikan laba bersih periode berjalan 6% yoy.
Pendapatan usaha tercatat US$ 79 juta, lebih rendah 8% dibanding pendapatan dengan periode yang sama berakhir 30 September 2022 yaitu senilai US$ 85 juta. Hingga 30 September 2023, jumlah kuantitas angkutan PSSI sebesar 16,5 juta metrik ton.
Baca Juga
PSSI menyampaikan, sejumlah efisiensi biaya mengimbangi pendapatan usaha yang menurun yang berimbas pada penurunan beban pokok pendapatan sebesar 9% menjadi AS$ 48 juta. Hal ini membuat perolehan laba bruto Perseroan hanya turun 6% menjadi US$ 30 juta.
Kendati demikian, Perseroan mendapatkan tambahan keuntungan atas penjualan aset tetap sebesar AS$ 15 juta. Dengan kinerja tersebut, Perseroan membukukan laba bersih untuk periode 9 bulan, sebesar US$ 35 juta. Posisi laba ini meningkat 6% dari perolehan pada 30 September 2022 sebesar US$ 33 juta.
Dari sisi margin, Perseroan membukukan margin laba bersih senilai 44%, naik 15% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 38%. Adapun, margin laba kotor perseroan meningkat dari 38% menjadi 39%.

