Deretan Saham Paling Dijagokan Usai Pemilu, Ada BBRI, BBNI, HMSP hingga ICBP
JAKARTA, investortrust.id – Pemilihan umum 2024 bisa dikatakan usai, dengan kemenangan pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Meski begitu, ada potensi langkah hukum yang diambil oleh dua pasang kandidat lainnya sebelum pengumuman hasil pemilu pada 20 Maret mendatang.
Terlepas dari langkah hukum tadi, pasar sudah menyambut euforia hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang memenangkan pasangan Prabowo – Gibran. Untuk itu sentimen pasar diyakini akan tetap positif dan aliran masuk asing akan berlanjut. Sebelumnya, pada 15-16 Februari, net buy asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp 3,8 triliun.
Baca Juga
Seiring sentimen positif hasil pemilu, Tim Riset PT Samuel Sekuritas menaikan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari level 7.600 ke level 7.800 hingga akhir tahun 2024.
Proses politik yang sukses digelar diyakini akan mendorong ekspansi fiskal, terutama dari proyek infrastruktur, belanja militer, pengadaan program makanan dan susu gratis, dan peningkatan tunjangan guru.
Meski begitu, Samuel Sekuritas mengingatkan risiko kemungkinan Sri Mulyani yang tidak akan menjabat lagi sebagai menteri keuangan, membuat defisit fiskal bisa melebar dari proyeksi awal sebesar 2,1% tahun 2025 menjadi 2,7%, ditambah dengan defisit transaksi berjalan sebesar 1%.
“Untuk itu kami memperkirakan akan ada tekanan terhadap rupiah dan pasar obligasi,” ulas Tim Riset Samuel dalam laporan yang dikutip, Selasa (20/02/2024).
Baca Juga
Untuk itu Samuel Sekuritas merekomendasikan investor untuk memperhatikan saham-saham dengan biaya berbasis rupiah yang tinggi, seperti BBNI, BBRI, HMSP.
Sebaliknya pelaku pasar diminta berhati-hati terhadap saham-saham yang menghasilkan pendapatan dalam dolar (saham-saham yang terkait dengan komoditas) karena prospek ekonomi global yang lemah.
Selain itu, dengan potensi adanya dua deficit (fiskal dan transaksi berjalan), Samuel merekomendasikan saham BUMN dengan imbal hasil tinggi yaitu BBRI, PTBA, PGAS, TLKM dan JSMR.
Sementara soal percepatan Pembangunan IKN Nusantara, Samuel menilai saham SMGR dan ICBP akan diuntungkan dengan kebijakan tersebut.
“Saat ini, kami sedikit menyesuaikan target indeks kami dari 7.600 menjadi 7.800 (PE FY24: 13,3 kali, EPSG 8,6%), karena premi risiko pasar yang lebih rendah, didukung oleh kondisi keamanan yang stabil di pasar pasca pemilu,” pungkas Samuel Sekuritas.

