Inflasi AS Naik 2,7% per November 2024, Jadi Momen Positif Bagi Pasar Kripto?
JAKARTA, investortrust.id - Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengungkapkan, data inflasi di Amerika Serikat (AS) yang naik tipis menjadi 2,7% per November 2024 memberikan momentum positif bagi pasar kripto yang sebelumnya mengalami volatilitas tinggi.
“Harga Bitcoin, misalnya, berhasil menembus level US$ 101.000 atau sekitar Rp 1,6 miliar setelah mengalami peningkatan sebesar 6% pasca rilis data CPI (Indeks Harga Konsumen di AS),” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (12/12/2024).
Lonjakan Bitcoin, lanjut Fyqieh, juga diikuti alternative coin utama seperti XRP yang meningkat 23%, Solana naik 11%, dan Cardano menguat 16%. Selain itu, Indeks Fear and Greed pasar kripto kini berada di level 73, mencerminkan sentimen "Extreme Greed" di kalangan investor.
“Meski CPI menjadi pendorong utama sentimen saat ini, investor masih menantikan data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis (12/12). Data ini diharapkan memberikan indikasi lebih jelas tentang arah kebijakan Fed di masa depan. Jika hasil PPI mendukung ekspektasi pasar, potensi reli lanjutan di pasar kripto menjadi semakin besar,” katanya.
Baca Juga
Sektor kripto yang berkembang tidak hanya bitcoin dan altcoin utama, beberapa sektor lain juga mencatatkan performa positif. Token berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melonjak lebih dari 7%, dengan beberapa token AI teratas mengalami kenaikan dua digit. Selain itu, koin meme seperti Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB), dan FLOKI turut mencatatkan kenaikan signifikan.
Namun, meskipun ada optimisme di pasar, Fyqieh mengingatkan agar investor tetap berhati-hati. "Bitcoin memiliki sejarah volatilitas yang ekstrem, dan koreksi harga sering kali terjadi setelah lonjakan besar. Penting bagi investor untuk memahami risiko sebelum membuat keputusan besar," ucapnya.
Dengan data inflasi CPI AS yang stabil dan prospek pemangkasan suku bunga oleh Fed, pasar kripto menunjukkan potensi reli yang lebih kuat. Bitcoin, altcoin, serta sektor-sektor lainnya memberikan sinyal positif bagi investor. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat volatilitas tinggi di pasar kripto.
Pertemuan FOMC minggu depan akan menjadi momen penting untuk menentukan arah kebijakan moneter AS dan dampaknya pada aset-aset berisiko, termasuk mata uang kripto,” ujar Fyqieh.

