IHSG Sesi I Lanjutkan Loncatan ke Level 7.503, Saham PANI Cetak Rekor Harga
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (11/12/2024), ditutup menguat sebanyak 49,76 poin (0,67%) menjadi 7.503. Pergerakan indeks dalam rentang 7.443-7.530 dengan nilai transaksi Rp 6,55 triliun.
Penguatan tersebut terdorong kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor property 1,47%, sektor energi 1,10%, sektor infrastruktur 0,49%, sektor keuangan 0,41%, dan sektor material dasar 0,27%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, kesehatan, sektor consumer non primer, dan industry.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) dan Smarftren (FREN) akan Dilebur Jadi XLSmart Telecom Sejahtera
Di tengah penguatan IHSG sesi I, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) torehkan lompatan harga ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 19.275. Saham ini ditutup naik 8,66% menjadi Rp 19.125 hingga akhir sesi I. Lompatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham ini menjadi Rp 322,88 triliun.
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat, yaitu saham PT Haloni Jane Tbk (HALO) menguat 32% menjadi Rp 66, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 30,59% menjadi Rp 222, dan PT Geprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,60% menjadi Rp 1.165.
Kenaikan juga melanda saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebanyak 14,23% menjadi Rp 2.890 dan PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) naik 12% menjadi Rp 56.
Sebaliknya sejumlah saham dengan penurunan paling besar, yaitu saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Pelita Teknologi Global Tbk (CPIP).
Baca Juga
IHSG kemarin ditutup menguat sebanyak 15,56 poin (0,21%) menjadi 7.453,29. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 84,27 miliar, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 119,72 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 74,80 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 67,65 miliar.
Penguatan indeks kemarin didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor material dasar 1,98%, sektor consumer primer 0,77%, sektor energi 0,59%, sektor consumer non primer 0,47%, dan sektor transportasi 0,09%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor property 1,20%, sektor kesehatan 0,22%, dan sektor industry 0,61%.
Saat IHSG lanjutkan penguatan, tiga saham ini menguat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) sebanyak 34,62% menjadi Rp 70, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,67% menjadi Rp 935, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) melesat 20% menjadi Rp 10.800.
Grafik IHSG

