Meski Spin Off, Adaro Andalan (AADI) akan Tetap Perkuat Sinergi dengan Alamtri (ADRO)
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) akan tetap bersinergi dengan PT Alamtri Resources Tbk (ADRO), meskipun perseroan bukan lagi menjadi anak usaha setelah resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
Sebagaimana diketahui PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) merupakan perusahaan hasil pemisahan (spin off) ini akan bisa menjadi andalan negara lewat pilar bisnis yang dijalankan. AADI nantinya fokus dalam pengembangan bisnis termal batu bara.
Baca Juga
IPO PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ‘Oversubscribed’ 260,14 Kali
Sementara itu, Alamtri Resources (ADRO) akan fokus pada bisnis batu bara non termal serta bergerak ke arah pengembangan energi hijau. Bisnis mineral kokas sendiri nantinya ditangani oleh anak usaha Adaro Energy yang telah lebih dulu spin off, yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
Direktur Utama AADI Julius Aslan mengatakan, meskipun telah spin off batu bara termal, kedua Alamtri Resources (ADRO) dan Andaro Andalan (AADI) perusahaan masih tetap bersinergi antara satu sama lainnya.
"Kalau bicara sinergi, Alamtri akan masuk ke bisnis-bisnis hijau. Kemudian, Adaro Andalan akan memakai nanti energi hijau juga ke depannya," kata Direktur Utama AADI, Julius Aslan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
Baca Juga
Adaro Andalan (AADI) Resmi Listing di BEI, Saham Langsung ARA
Dia juga menegaskan bahwa tujuan dari pemisahan batu bara termal ini agar kedua perusahaan tersebut tetap tumbuh beriringan. “Terutama kalau bicara Alamtri, akan mendapat pendanaan yang tidak terbatas, karena sudah melepas batu bara termalnya. Dengan pendanaan yang tidak terbatas tentunya grow di dalam renewable akan lebih besar. Dan keduanya bisa bertumbuh, tetapi tentunya beda," terang Julius.
Julius menambahkan, Adaro Andalan akan bertumbuh dengan mengutamakan produktivitas dan efisiensi. "Bisnis batu bara termal ini kunci suksesnya adalah bagaimana menekan biaya. Jadi kalau cost itu rendah, pada harga berapapun batu bara termal, perseroan tetap bisa survive," terang dia.
Perseroan berharap dapat mengoptimalkan struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dari aset-aset yang dimiliki. Kami tetap optimistis dengan prospek pasar batu bara termal global yang ditopang oleh pertumbuhan permintaan energi.
Sebagai informasi, AADI telah resmi melantai di BEI dengan melepas sejumlah 778,68 juta saham yang mewakili sebesar-besarnya 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Perseroan berhasil mencatatkan kelebihan permintaan sebesar 260,14 kali pada penjatahan terpusat yang merefleksikan antusiasme pasar atas IPO ini dan merupakan wujud kepercayaan investor atas kinerja dan prospek bisnis perseroan.

