Kalender Desember: Bulan yang Besar Bagi Aset Kripto?
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto kembali hidup di bulan November, dengan Bitcoin dan aset kripto lainnya mencapai rekor harga tertinggi baru. Saat pasar mulai mereda, para investor kini memperhatikan peristiwa-peristiwa menjelang inagurasi Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump di bulan Januari.
Apakah pemotongan suku bunga oleh The Fed akan menjadi pemicu yang mendorong Bitcoin menembus US$ 100.000 atau setara Rp 1,58 miliar? Apapun yang terjadi, bulan Desember adalah bulan yang wajib kita perhatikan.
Dilansir dari Luno, Rabu (4/12/2024) bull run kripto melaju dengan kecepatan penuh di bulan November, yang terjadi bersamaan dengan kemenangan Donald Trump yang semakin jelas. Oleh sebab itu, banyak yang melabeli rally ini sebagai “Trump trade”, di mana para analis berpendapat bahwa pernyataan Trump yang pro-kripto mendorong Bitcoin ke harga tertinggi baru, bahkan memuncak di angka US$ 99.450 (sekitar Rp 1,57 miliar) pada tanggal 22 November, kurang sedikit dari angka milestone baru yaitu US$ 100.000.
Bitcoin kini telah terkoreksi ke kisaran US$ 92.000 (sekitar Rp 1,46 miliar), level yang telah beberapa kali menjadi support di bulan ini. Para analis menyebutkan bahwa penurunan ini terjadi karena aksi pengambilan keuntungan (profit taking) oleh para investor jangka pendek. Namun, mereka juga mengamati bahwa para pemain jangka panjang memandang ini sebagai kesempatan mengakumulasi Bitcoin pada level yang sedang undervalue.
Aset kripto lain juga bergabung dalam rally, di mana Dogecoin naik hampir dua kali lipat, dan Cardano naik 170% dan berhasil menembus US$ 1 (sekitar Rp 15 ribu) untuk pertama kalinya sejak tahun 2022. Solana juga menyusul dan mencatatkan harga tertinggi baru pada tanggal 22 November, pada waktu yang serupa dengan Bitcoin.
Baca Juga
Genjot Pertumbuhan Industri Kripto Tanah Air, Reku Kantongi Lisensi PFAK dari Bappebti
Apa yang akan terjadi di bulan Desember?
Angka pengangguran AS
📅 Kapan? 6 Desember
Mengapa ini penting: Angka pengangguran AS bisa berdampak pada daya beli masyarakat, kinerja perusahaan, dan keputusan terkait suku bunga dan persediaan uang.
Apa yang terjadi sebelumnya? Angka pengangguran masih stabil di kisaran 4,1% di bulan Oktober, tidak berubah dari bulan September, dan sejalan dengan prediksi pasar.
Angka inflasi AS
📅 Kapan? 11 Desember
Mengapa ini penting: Para investor berfokus pada inflasi setelah kenaikan di bulan lalu. Hal ini bisa mengubah arah keputusan The Fed terkait pemotongan suku bunga selanjutnya.
Apa yang terjadi sebelumnya? Laju inflasi pada bulan Oktober 2024 adalah 2,6% dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, naik sedikit dari angka 2,4%.
Token Arbitrum dibuka
📅 Kapan? 16 Desember
Mengapa ini penting: Arbitrum akan membuka 92,65 juta ARB (2,26% dari persediaan yang beredar), dan berpotensi menekan harga akibat kenaikan persediaan. Namun, jika permintaan berhasil menyerap dampak pembukaan ini, maka hal ini akan menjadi tanda minat pasar yang kuat dan berpotensi mendorong harga naik.
Penentuan suku bunga The Fed
📅 Kapan? 18 Desember
Mengapa ini penting: Keputusan suku bunga dari The Fed bisa berdampak kepada para investor kripto dengan mempengaruhi likuiditas pasar dan toleransi risiko.
Apa yang terjadi sebelumnya? The Fed memotong suku bunga sebesar 0,25%.
Apa prediksinya? Konsensus para analis adalah bahwa The Fed kemungkinan besar akan memotong suku bunga sebesar 0,25%.
Baca Juga
Jangan Lewatkan! 5 Koin Kripto Ini Diprediksi Melesat di Desember
Penentuan suku bunga Bank of Japan
📅 Kapan? 19 Desember
Mengapa ini penting? Sejak ambruknya carry trade Yen di bulan Agustus yang mengguncang pasar, para investor telah mempertajam fokus mereka terhadap tren suku bunga dan inflasi di Jepang.
Apa yang terjadi sebelumnya? Bank of Japan (BoJ) tetap mempertahankan suku bunga jangka pendeknya di angka 0,25%.
Angka inflasi Jepang
📅 Kapan? 20 Desember
Mengapa ini penting? Polling Reuters menunjukkan bahwa para ekonom memprediksi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun karena Jepang mulai menjauhi suku bunga negatif yang selama ini mereka terapkan.
Apa yang terjadi sebelumnya? Angka inflasi Jepang di bulan Oktober dilaporkan ada di angka 2,3%, turun dari 2,5% di bulan September, dan merupakan angka terendah sejak bulan Januari.

