10 Saham Beken di Sektor Energi Masih Undervalue, Ada ARDO, ITMG, INDY, dan RMKE
JAKARTA, investortrust.id – Daftar 10 saham undervalue dari sektor energi diisi mayoritas nama-nama beken. Padahal, nama-nama ini baru saja mengumumkan kinerja keuangan yang mengkilap selama 2023, disertai rencana bisnis yang menjanjikan.
Nama teratas ditempati saham PT Indika Energy Tnk (INDY), disusul PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan posisi ketiga PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI). Di luar tiga besar ada saham ITMG, RMKE, PSSI, juga RIGS.
Price earning ratio (PER) saham ADRO sampai dengan akhir pekan lalu (1/3/2024) tercatat 2,16 kali dengan price to book value (PBV) 0,67 kali. Sedangkan PER saham INDY 2,16 kali dan PER 0,34. Jika mencermati kinerja keuangan 2023 dan rencana bisnis 2024, para investor layak melirik saham-saham ini.
Manajemen ADRO misalnya, baru mengumumkan target penjualan batu bara sebanyak 65-67 juta ton pada 2024. Rinciannya, sebanyak 61-62 juta ton batu bara termal dan 4,9-5,4 juta ton batu bara metalurgi.
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Incar Penjualan 67 Juta Ton Batu Bara di 2024
“Volume penjualan batu bara Adaro pada 2023 mencapai 65,71 juta ton, naik 7% dari 2022 dan melampaui target 62-64 juta ton,” tutur Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (1/3/2024).
Ia menambahkan, tahun ini juga, Perseroan memulai konstruksi smelter aluminium di kawasan industri di Kalimantan Utara. ADRO juga akan groundbreaking pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA di Kalimantan Utara.
Untuk menopang rencana bisnis ini, Boy berucap, pihaknya menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 600-700 juta. Nilai investasi ini termasuk alokasi ekuitas pada proyek-proyek terkait kawasan industri di Kalimantan Utara.
Sementara itu, sampai akhir pekan lalu, posisi PER saham ITMG tercatat 3,78 kali dan PBV 1,17 kali. Pada sisi lain, manajemen optimistis bisa mencetak kinerja gemilang tahun 2024 ini.
Manajemen ITMG menargetkan produksi batu bara sekitar 19,5-20,2 juta ton. Sedangkan total penjualan sekitar 24,9-25,6 juta ton sepanjang 2024, atau meningkat sekitar 19,52% dari realisasi tahun 2023 sebanyak 16,9 juta ton.
Baca Juga
2024, Indo Tambangraya (ITMG) Bidik Kenaikan Penjualan Jadi 20,2 Juta Ton Batu Bara
“Sebenarnya RKAB (rencana kerja dan anggaran biaya) kami produksinya 19,5 juta ton, sehingga kalau bisa mencapai 20,2 juta ton, kami akan lakukan penyesuaian sedikit,” ujar Direktur Indo Tambangraya Megah Yulius Kurniawan Gozali di Jakarta, Kamis (29/2/2024).
Tengok pula saham RMKE dengan posisi PER 3,03 kali dan PBV 1,72 kali. Manajemen PMKE baru mengumumkan pengapalan 7,6 juta metrik ton (MT) batu bara sepanjang tahun 2023. Realisasi pengangkutan cenderung stabil, meski operasional sempat terhenti sementara.
Direktur Utama RMKE Vincent Saputra menjelaskan, penghentian sementara pengangkutan berkaitan pembenahan operasional perseroan untuk memenuhi yang direkomendasikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sejak awal September 2023.
Sejak November 2023 operasional perseroan sudah berjalan normal. Seiring dengan itu, volume pengangkutan baru bara pun melonjak 119% secara bulanan (MoM), dengan volume muatan Desember menjadi yang tertinggi selama lima tahun terakhir.
Berbagai rencana bisnis nama-nama beken ini menjadi alasan investor perlu melirik saham-saham undervalued, dengan dukungan kinerja mumpuni dan rencana bisnis menjanjikan.
Baca Juga
RMK Energy (RMKE) Kapalkan 7,6 Juta MT Batu Bara Sepanjang 2023

