Harga Emas Menguat Didukung Permintaan Safe Haven dan Pelemahan Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas meningkat ke zona US$ 2.641 per troy ons pada Jumat (29/11/2024) di tengah meningkatnya permintaan sebagai aset safe haven, serta didorong oleh ketegangan geopolitik yang masih tinggi dan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan, risiko geopolitik tetap tinggi seiring dengan berlanjutnya perang Rusia-Ukraina, meskipun gencatan senjata Israel-Hizbullah diberlakukan, kemungkinan pembalasan Israel tetap menjaga ketegangan tetap hidup yang pada akhirnya tetap mendukung harga emas sebagai aset safe haven.
Di sisi lain, rilisnya data inflasi AS pada pertemuan sebelumnya menunjukkan kemajuan dalam menurunkan inflasi mulai melambat, yang dapat memengaruhi langkah Federal Reserve dalam menurunkan suku bunga lebih lanjut.
Baca Juga
Penuhi Kebutuhan Masyarakat untuk Investasi Emas, BSI Gandeng Hartadinata Rilis BSI Gold
"Pelaku pasar melihat kemungkinan The Fed mengambil kebijakan untuk menurunkan tingkat suku bunga pada bulan Desember, yang cenderung mendukung emas dalam lingkungan suku bunga rendah," ulas riset tersebut Jumat (29/11/2024).
Selain itu, ICDX juga memproyeksikan saat ini harga emas meningkat dengan support beralih ke area US$ 2.600 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.654. Sementara support terjauhnya berada di kisaran US$ 2.585 - US$ 2.540, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.745.
Baca Juga

