Raih IICD Corporate Governance Award 2024, Bumi Resource Ungkap Kunci Sukses Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil meraih Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Award 2024. Vice President of Risk Management and ESG Bumi Resources Renova Viscky mengungkap kunci sukses ini.
Dalam perhelatan The 15th IICD CG Award 2024, Bumi Resources mengantongi setidaknya dua penghargaan. Pertama, sertifikat Top 50 Emiten Big Caps atau berkapitalisasi pasar besar dengan menempati urutan 30. Kedua, emiten Bakrie Group ini meraih Best Rights and Equitable Treatment of Shareholders.
“Tentunya kami sebagai salah satu perusahaan publik sudah berkewajiban menerapkan GCG. Tetapi selain itu, kami melihat bahwa penerapan Good Corporate Governance bukan hanya untuk compliance, namun juga untuk memastikan bahwa strategi perusahaan itu tercapai,” tegas Renova kepada Investortrust.id yang dikutip pada Selasa (26/11/2024).
Dia menyebut bahwa GCG menginstitusionalisasikan kebiasaan-kebiasaan baik di perusahaan, sehingga bisa menjamin konsistensi untuk mencapai ke masa depan. GCG yang konsisten juga mampu mempertahankan budaya perusahaan yang baik, tanpa terganggu pergantian direksi maupun komisaris.
Sebagai tolak ukur (benchmark) penerapan GCG, Bumi Resources menggunakan standar ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), instrumen untuk mengevaluasi praktik tata kelola perusahaan di kawasan ASEAN.
“Kami juga senang sekali IICD sudah memberikan kesempatan bagi kami untuk semacam benchmarking dengan rekan-rekan (perusahaan lain) di Indonesia. Jadi kami tahu sampai mana capaian penerapan GCG di BUMI,” sambungnya.
Berdasarkan tata kelola perusahaan yang sudah dijalankan Bumi Resources, Reno menyebutkan bahwa keberhasilan GCG sangat dipengaruhi komitmen para pemimpin yang menahkodai jalannya bisnis perusahaan.
Setelah mendapat arahan pimpinan sebagai pejabat yang memiliki kepentingan tertinggi, manajemen kemudian memetakan rencana kerja yang harus dilakukan untuk memenuhi kepatuhan (compliance) yang berlaku.
“Setelah itu kami akan go beyond that dengan menerapkan standar-standar terbaik internasional,” imbuhnya.
Selain ACGS, Bumi Resources juga menerapkan banyak standar lain yang juga dijadikan benchmark, mulai dari awareness, sosialisasi, hingga melakukan self-assessment.
“Jadi sebelum dinilai oleh pihak luar, kami melakukan self-assessment. Kami selalu melihat, bukan sekadar dari skor tetapi lebih kepada awareness budaya perusahaan,” sambung Reno.
Ke depannya, manajemen berharap ACGS akan memasukan aspek-aspek keberlanjutan. Sebab penilaian tata kelola perusahaan (governance) saat ini, dianggap sudah tidak bisa dipisahkan dari penilaian praktik tata kelola sosial dan lingkungan (social dan environmental) sebagai satu kesatuan ESG.
“Pada era ESG, kami melihat bahwa sudah tidak bisa dipungkiri, sustainability itu bagian dari GCG. Jadi ke depannya kami memang sudah memandu sistem ESG dan kami sangat-sangat senang kalau itu menjadi diperhitungkan dalam performansi dari GCG untuk skor ACGS,” papar Reno.
Di sisi lain, Bumi Resources meyakini bahwa IICD Awards sangat bermanfaat bagi perusahaan. Apalagi penghargaan ini sudah terselenggara 15 kali, sehingga mampu memberi gambaran perkembangan GCG yang diterapkan perusahaan dibandingkan perusahaan lain.
“Paling penting juga, itu memberikan semangat bagi kami, serta menjadi benchmark baru. Sampai mana keberhasilan penerapan GCG kami,” tutup dia. (CR-10)

