Rudiantara Harap, Semakin Banyak Skor GCG Perusahaan Indonesia yang Tembus Peringkat Asean
JAKARTA, investortrust.id – Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) sukses menggelar The 15th IICD CG Award, yakni pemberian penghargaan kepada emiten-emiten yang telah mengimplementasikan praktek-praktek tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).
Tahun ini, IICD CG Award membawa tema ‘Taking Indonesian Corporate Governance to The Top Asean Level’. Chairman IICD Rudiantara pun mengingatkan bahwa pada 2023, baru ada satu perusahaan Indonesia yang skor tata kelolanya berhasil masuk top Asean.
“Artinya bagaimana menjadikan dari satu menjadi berapa? Itu sebuah perusahaan, sebuah strategi. Bagaimana mendorong ekosistem menjadi tujuan di sana,” ujar Rudiantara di Ballroom Pullman Hotel Thamrin, Jakarta, Senin (25/11/2024).
Baca Juga
OJK Ungkap Tata Kelola yang Baik Adalah Kompas Bagi Perusahaan Menuju Praktik Etis hingga Akuntabel
Dia juga menegaskan bahwa perbaikan GCG dari sisi korporasi tidak bisa hanya didorong oleh IICD, maupun oleh Indonesian Institute for Public Governance (IIPG) dari sisi pemerintahannya.
Sebagai contoh, kurangnya kesadaran GCG di Indonesia, Rudiantara memberi contoh kasus tangkap tangan seorang gubernur yang baru saja terjadi. Gubernur ini diduga memeras bawahannya untuk berkontribusi pada pilkada yang kembali diikuti gubernur tersebut.
“Kalau saya jadi bawahan saya tidak takut, ada aturan pasti. Pasti ada governansinya, ada tata kelolanya. Tetapi sekali lagi, barangkali perilaku gubernur atau bawahannya memang tidak menyadari bahwa sebetulnya kita ini bisa berpegangan kepada governansi,” tegas Ketua Umum IIPG tersebut.
Oleh karena itu, Rudiantara mengingatkan, masih banyak upaya yang harus dilakukan bersama-sama untuk meningkatkan kualitas GCG di Indonesia. “Karena itu dalam kesempatan ini, Saya bukan hanya mengajak tetapi memohon tolong laporkan kepada direksi, laporkan kepada komisaris masing-masing bahwa ayo kita sama-sama tingkatkan governansi setidaknya di ekosistem korporasi,” tegasnya.
Baca Juga
Mandiri Sekuritas Prediksi, IHSG 8.150 Baru Tercapai Akhir 2025
Rudiantara pun menambahkan, saat ini praktik tata kelola perusahaan yang baik, patut diiringi tata kelola lingkungan serta sosial atau ESG. Dari sisi lingkungan, perusahaan bisa membangun atau melakukan investasi di bidang yang dapat menurunkan emisi untuk akhirnya bisa menjual karbon.
Namun dia turut mengakui bahwa ekosistem perdagangan karbon di Indonesia masih belum bisa berjalan dengan baik. Sebab, harga karbon dalam perdagangan di Indonesia masih di kisaran US$ 1 per ton, jauh lebih rendah dibandingkan harga karbon di negara-negara Eropa Utara yang sudah mencapai US$ 200 per ton "Jadi banyak yang harus kita lakukan. Terutama di sisi penyelenggaran energi di Indonesia, listrik, dan BBM,” sambungnya.
Di sisi lain, untuk penilaian praktik tata kelola sosial, perusahaan bisa menerapkan kesetaraan gender dengan membuka kesempatan kerja yang sama, bagi laki-laki maupun perempuan. “Ukurannya itu tidak mudah. Jadi sekali lagi saya memohon dukungan dan bantuan dari teman-teman korporasi di sini untuk sekali lagi memastikan bahwa Indonesia corporate governance itu akan meningkat ke top ASEAN level,” tegas Rudiantara.
Menurut pengamatan dia, dari belasan tahun penghargaan IICD CG diselenggarakan, terdapat perbaikan GCG pada perusahaan perbankan. Regulasi yang semakin ketat dari sektor korporasi ini, membuat perusahaan bank selalu mendapat penghargaan.
Baca Juga
Dorong ESG, BCA Syariah Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp 2,9 Triliun
“Jadi terima kasih kepada sektor perbankan. Bukan berarti sektor lain juga mengikut sektor perbankan yang regulasinya menjadi super ketat. Kasian. Karena bagi saya the best regulation is still best regulation,” ucapnya.
Dia pun kembali mengingatkan bahwa ekosistem governansi Indonesia yang baik, perlu ditingkatkan bersama-sama. Dia berharap, setidaknya pada 2025, semakin banyak perusahaan dengan skor GCG tinggi yang menembus peringkat Asean. “Saya juga belum tahu tetapi mungkin di antara perusahan di ruangan ini akan bisa masuk ke dalam top ranking di ASEAN,” tutupnya.

