IHSG Melesat 1,65% ke Level 7.314, Lima Saham Ini Terbang sampai ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/11/2024), ditutup menguat sebanyak 118,55 poin (1,65%) menjadi 7.314,11. Pergerakan indeks dalam rentang 7.195-7.329 dengan nilai transaksi Rp 15,57 triliun.
Lompatan IHSG hingga kembali ke atas level 7.300 tersebut didorong kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor saham, seperti sektor keuangan 1,49%, sektor energi 1,11%, sektor property 1,16%, sektor industry 1,28%, dan sektor consumer non primer 0,98%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor teknologi 1,17%.
Baca Juga
Target Kinerja Keuangan dan Harga Saham Harita Nickle (NCKL) Direvisi Naik, Ini Faktor Penopangnya
Sejalan dengan lompatan indeks, sejumlah saham ini torehkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Bank Mapayada Internasional Tbk (MAYA) naik 35% menjadi Rp 270, PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) menguat 34,78% menjadi Rp 93, PT Tron Karya Digital Nusa Tbk (TRON) naik 34,22% menjadi Rp 180, dan PT Dosi Roha Indonesia Tbk (ZBRA) melesat 33,33% menjadi Rp 104. ARA juga melanda saham PT Golden Flower Tbk (POLU) sebanyak 24,74% menjadi Rp 1.790.
Sebaliknya saham PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS), PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), dan PT Newport Marine Services Tbk (BOAT).
Baca Juga
Pasar Saham Masuk Fase Waiting Game, Mandiri Sekuritas Prediksi IHSG Tahun Depan di Level 8.150
Pekan lalu, IHSG ditutup menguat 34,30 poin (0,48%) menjadi 7.195,56. kenaikan sebanyak 341 saham, sebanyak 234 saham tak mengalami perubahan harga, dan sebanyak 370 saham mencatatkan penuruna. Meski IHSG pekan ini ditutup menguat kapitalisasi pasar (market cap) BEI masih turun tipis 0,08% menjadi Rp 12.053 triliun.
Penguatan indeks pekan 18-22 November tersebut ditopang atas kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 4,56%, sektor infrastruktur 2,03%, sektor materal dasar 1,25%, sektor consumer primer 2,22%, dan sektor energi 0,35%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor property, sektor consumer non primer, dan sektor industry.
Grafik IHSG
