Fokus pada Prinsip Berkelanjutan, Panin Asset Management akan Rilis Produk Berbasis SDGs di Tahun Depan
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai komitmen dalam mendorong prinsip keberlanjutan, PT Panin Asset Management, hari ini (20/11), melakukan penanaman 1.250 bibit pohon mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove Education Center, Penjaringan Jakarta Utara. Selain itu, perusahaan juga akan menerbitkan produk obligasi pemerintah berbasis sustainable development goals (SDG’s) di tahun depan.
Presiden Direktur Panin Asset Management Ridwan Soetedja mengungkapkan, aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang sudah direncanakan dan dijalankan di tahun ini.
“Jadi kita sudah memberikan beasiswa kepada dua universitas, hari ini kepada lingkungan dengan penanaman mangrove sebanyak 1.250 bibit pohon mangrove,” ujarnya, kepada Investortrust, di Kawasan Ekowisata Mangrove Education Center, Penjaringan Jakarta Utara.
Dengan upaya ini, Ridwan berharap dapat memberikan sedikit banyak kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon. Terlebih saat ini, bumi adalah fokus dari berbagai pihak untuk terus dirawat, agar dampak perubahan iklim bisa ditanggulangi.
Selain itu, fokus Panin Asset Management dalam hal mengedepankan prinsip keberlanjutan ialah dengan memasarkan produk seperti Reksa Dana Indeks Panin SRI-KEHATI.
Produk ini berbeda dengan investasi tradisional yang hanya bertujuan menawarkan pengembalian hasil investasi bagi investor saja, tapi juga memberikan nilai tambah dengan membuka kesempatan bagi para investor untuk juga dapat berkontribusi kepada masyarakat dan lingkungannya.
Kemudian, lanjut Ridwan, Panin Asset Management juga memiliki produk Panin Dana Teladan, yang sebagian besar dari management fee-nya disisihkan untuk kegiatan CSR terutama untuk pendidikan dan lainnya, misalnya untuk lingkungan, dan sosial.
“Jadi itu dua produk yang kita kelola dan memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar kita. Ke depannya kita juga akan menerbitkan produk yang obligasi pemerintah berbasis SDG’s, itu juga kita berencana untuk produk yang memiliki underlying obligasi SDG’s,” ujar Ridwan.
Menurutnya, penerapan prinsip keberlanjutan di Panin Asset Management menjadi fokus yang sangat penting. Terlebih, bag perusahaan yang bergerak di bidang finansial, tentunya diharapkan juga bisa berkontribusi kepada lingkungan sekitar.
“Kita menyadari (untuk mengurangi dampak perubahan iklim) tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri ataupun mengharapkan dari pemerintah saja, tapi kita juga sebagai perusahaan-perusahaan swasta juga bisa memberikan kontribusi kepada program keberlanjutan ini,” ucap Ridwan.
Terlepas dari itu, hingga Oktober 2024, total dana kelolaan atau asset under management (AUM) perusahaan sekitar Rp 16 triliun, atau hampir mencapai target di akhir 2024 yaitu Rp 17 triliun.
“Sebenarnya target AUM hingga akhir tahun itu Rp 17 triliun, tapi kan naik turun ya. Sekarang bulan November agak turun lagi karena kan indeksnya turun, jadi sekitar Rp 16-an triliun (saat ini). Tapi kita harapkan sampai dengan akhir tahun kita bisa mencapai Rp 17 triliun,” lanjut Ridwan.
Setali tiga uang, Direktur Panin Asset Management Winston S.A Sual menargetkan, total AUM pihaknya di tahun depan bisa tumbuh sekitar 15% dibanding tahun ini, atau menjadi sekitar Rp 19 triliun.
“Tahun depan kita mengharapkan kenaikan AUM sekitar 15%,” kata Winston.

