IHSG Sesi I Rebound Pesat, Lima Saham Ini Terbang di atas 20%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (19/11/2024), ditutup rebound pesat sebanyak 69,64 poin (0,98%) menjadi 7.203,92. Pergerakan indeks dalam rentang 7.134,28-7.219.71 dengan nilai transaksi Rp 5,16 triliun.
Kenaikan indeks didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 4,85%, sektor infrastruktur 2,15%, sektor property 1,86%, sektor material dasar 1,15%, dan sektor consumer primer 1,12%. Sebaliknya pelemahan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,25% dan transportasi 0,09%.
Baca Juga
Presiden Prabowo dan PM Modi Bahas Kerja Sama Kesehatan hingga Perdagangan
Di tengah lompatan IHSG, beberapa saham ini torehkan penguatan pesat, seperti saham PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) naik 30,18% menjadi Rp 220, PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) naik 29,94% menjadi Rp 230, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) naik 25,41% menjadi Rp 153, PTPudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melesat 24,57% menjadi Rp 1.090, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 19,72% menjadi Rp 6.525.
Sebaliknya saham dengan penurunan besar, yaitu saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI), PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS), PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY), dan PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ).
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 26,98 poin (0,38%) menjadi 7.134,28. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 982,58 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 487,22 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 293,39 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 266,49 miliar.
Baca Juga
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi turun 1,05%, sektor teknologi 1,46%, sektor property 1,38%, sektor keuangan 0,74%, dan sektor kesehatan 0,50%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer dan material dasar.
Meski IHSG ditutup di zona merah, beberapa saham masih berhasil torehkan lomptan harga mengesankan. Di antaranya, saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) kembali melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 24,75% menjadi Rp 3.330.
Grafik IHSG

