IHSG Terjun 94 Poin, tapi Lima Saham Ini justru ARA hingga Cetak Rekor
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/11/2024), ditutup anjlok sebanyak 94,11 poin (1,29%) menjadi 7.214,56. Pergerakan dalam rentang 7.214-7.318 dengan nilai transaksi Rp 9,32 triliun.
Sedangkan dalam sebulan terakhir, IHSG telah anjlok sebanyak 4,21% dari level 7.559 pada 14 Oktober 2024 menjadi 7.214 hingga penutupan perdagangan hari ini.
Koreksi indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi 1,77%, material dasar 1,66%, sektor consumer primer 1,11%, sektor properti 1,78%, sektor kesehatan 1%, dan sektor keuangan 0,83%. Sebaliknya saham sektor teknologi satu-satunya yang cetak kenaikan 1,27%.
Baca Juga
Meski IHSG anjlok parah, lima saham ini justru berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 34,72% menjadi Rp 194 dan PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) menguat 34,52% menjadi Rp 226.
PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melesat 24,78% menjadi Rp 2.140, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) menguat 24,60% menjadi Rp 466, dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melesat 24,43% menjadi Rp 1.095. Meski tak ARA, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melesat 19,88% ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 31.050.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), PT Indo Straits Tbk (PTIS), dan PT Singaraja Putra Tbk (SINI).
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 13,32 poin (0,18%) menjadi 7.308. pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 692,62 miliar, yaitu terbanyak saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 108,55 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 104,84 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 95,32 miliar.
Baca Juga
Sritex (SRIL) Alami Krisis Bahan Baku, Kemenperin Tetap Pantau Sambil Tungggu Hasil Kasasi
Koreksi IHSG kemarin dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer non primer turun 1,79%, sektor property 1,56%, sektor infrastruktur 0,52%, sektor material dasar 0,48%, dan sektor kesehatan 0,41%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi 1,35%, sektor consumer primer 0,52%, sektor keuangan 0,51%, dan sektor industry 0,26%.
Meski IHSG ditutup berbalik ke zona merah, saham melesat hingga auto reject atas (ARA) bertaburan sepanjang hari ini. Di antaranya, saham PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) melesat 34,58% menjadi Rp 144 dan PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) naik 34,57% menjadi Rp 109.
Grafik IHSG

