Dapat Pasokan Emas dari Freeport, Antam (ANTM) Ungkap Dampak Ini bagi Kinerja Keuangan ke Depanbakal Turun
JAKARTA, investortrust.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) optimistis bisa menekan beban pokok penjualan setelah menjalin kera sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk pembelian emas. Pasalnya, perseroan kini tak perlu mengimpor bahan baku emas berupa ingot.
Direktur Operasi dan Produksi Antam Hartono menyebutkan, perseroan telah meneken kerja sama pembelian sebanyak 30 ton emas dengan kemurnian 99,99% dari Freeport untuk lima tahun ke depan. Kerja sama ini akan berdampak terhadap beban pokok penjualan, dibandingkan impor emas.
Baca Juga
Erick Thohir Angkat Rauf Purnama jadi Komisaris Utama Antam (ANTM)
“Dampak atas pembelian emas dari Freeport ini tentunya akan menurunkan harga pokok penjualan. Dan perjanjian ini tentunya akan memperkuat posisi Antam untuk memenuhi kebutuhan domestik,” kata Hartono dalam konferensi pers di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Hartono tidak memungkiri bahwa impor emas yang dilakukan Antam selama ini juga bisa menggerus devisa negara. Dengan pasokan yang didapat dari Freeport sekarang, Antam bisa menghemat devisa negara hingga ratusan triliun rupiah.
“Selama ini, Antam selalu impor emas yang diproduksi untuk kepentingan penjualan domestik, tentunya ini ada pengaruh terhadap penyimpanan devisa bagi negara kita,” jelas dia.
Lebih lanjut, Hartono menyebutkan, dengan keberadaan pasokan emas dari Freeport, Antam dapat lebih optimal dalam menjalankan operasionalnya dan meningkatkan kapasitas produksi logam mulia dalam negeri yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga
Erick Thohir : Kerja Sama Freeport dan Antam Bisa Menghemat Devisa hingga Rp 200 Triliun
“Kerja sama ini juga memberikan peluang yang besar kepada Antam untuk meningkatkan daya saing Antam, baik di pasar domestik maupun global, serta berkontribusi pada penguatan sektor industri logam mulia,” ucap Hartono.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Hartono, penjualan emas Antam tahun 2022 mencapai 33 ton, kemudian 2023 mencapai sekitar 26 ton, dan 2024 sampai dengan hari ini sekitar 35 ton. Adapun potensi untuk Antam bisa menjual dalam satu tahun adalah 40 ton.
Grafik Saham ANTM

