Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas menurun ke zona US$ 2.606 per troy ons pada Rabu (13/11/2024) di tengah dolar Amerika Serikat (AS) yang berada pada level tertingginya pasca kemenangan Donald Trump sebagai presiden terpilih AS.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange memaparkan, kemenangan Donald Trump dari Partai Republik dalam pemilihan presiden AS pekan lalu meningkatkan ekspektasi pelaku pasar atas kebijakan fiskal yang agresif, termasuk pemotongan pajak dan tarif dagang yang mungkin memicu inflasi.
“Hal ini kemungkinan membuat Federal Reserve (The Fed) AS memperlambat laju penurunan suku bunga karena mencoba memerangi inflasi yang muncul sehingga kondisi ini memperkuat greenback,” tulis riset tersebut, Rabu (13/11/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Masih Tren Turun, Dibanderol Rp 1.477.000 per Gram Rabu Pagi
Di sisi lain, dalam berita yang beredar People's Bank of China (PBoC) juga tidak membeli Emas di bulan Oktober, cadangan emas PBoC tetap tidak berubah selama enam bulan berturut-turut di 72,8 juta ounce atau 2.264 ton.
“Kurangnya minat beli dari PBoC menyebabkan pembelian Emas bank sentral turun menjadi 186 ton pada kuartal ketiga, hampir setengah dari jumlah yang dibeli pada tahun sebelumnya,” ulasnya.
Fokus pasar saat ini menantikan data penting AS untuk Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis hari ini dan para pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, dijadwalkan untuk berbicara minggu ini serta data indeks harga produsen AS, klaim pengangguran mingguan, dan angka penjualan ritel juga akan dirilis minggu ini.
Baca Juga
Riset ICDX menunjukkan saat ini harga emas menurun dengan support beralih ke area US$ 2.600 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.654. Support terjauhnya berada di area US$ 2.585 - US$ 2.540, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.680 US$ 2.715.

