Saham Perma (BINO) Berpotensi Terkerek, Berikut Faktor Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO) disebut-sebut berpotensi dikerek ke level Rp 350 dalam waktu dekat, seiring dengan bakal berakhirnya perdagangan BINO-W.
Peluang penguatan harga saham BINO juga didukung PT Perma Plasindo Tbk (BINO) menyimpan potensi penguatan lebih lanjut setelah Ruhong Holding Pte Ltd menuntaskan akuisisi sebanyak 88,40% saham BINO yang berdampak terhadap pergantian pemegang saham pengendali.
Baca Juga
Tuntaskan Penawaran Tender, Ruhong kini Kuasai 89,63% Saham Perma PLasindo (BINO)
Potensi penguatan harga saham BINO didukung atas rencana bisnis selanjutnya setelah Ruhong menuntaskan akuisisi mayoritas saham BINO. Ruhong akan diyakini akan menyiapkan ekspansi bisnis baru guna mendongkrak kinerja keuangan ke depan.
BINO juga berpotensi melanjutkan akuisisi, merger, maupun penambahan bisnis baru yang bisa berdampak positif terhadap kinerja keuangan lebih lanjut.
Potensi penguatan harga saham BINO didukung kecilnya jumlah saham beredar. Sebagaimana diketahui total saham public hanya mencapai 3,81%. Ssisanya dikuasai pengendali Ruhong Holding sebanyak 88,27% dan PT Intan Prawira mencapai 7,88%.
Baca Juga
Menunggu Aksi Ruhong di Perma Plasindo (BINO), Harga Sahamnya bisa Menuju Level Ini
Peluang penguatan harga saham BINO juga didukung keberhasilan perseroan membukukan kenaikan pendapatan menjadi Rp 281,22 miliar hingga kuartal III-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 267,34 miliar.
Meski demikian laba bruto turun dari Rp 81,42 miliar menjadi Rp 74,13 miliar. Perseroan juga berbalik rugi bersih Rp 3,94 miliar, dibandingkan laba bersih periode berjalan tahun lalu Rp 4,86 miliar.
Grafik Saham BINO

