Pola Bearish IHSG masih Berlanjut, Pantau Gerak 2 Saham Pilihan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (8/11/2024), menunjukkan pola pergerakan masih bearish setelah ditutup terjungkal ke bawah level 7.300 kemarin.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta hari ini menyebutkan bahwa IHSG diprediksi bergerak dalam rentang 7.228-7.450. Tren pergerakan masih bearish dengan support selanjutnya yang patut diwaspadai 6.998.
Baca Juga
Produsen Laptop Axioo (AXIO) Tebar Dividen Interim, Simak Jadwal Ini
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi berlanjutnya pesta cuan bursa saham Wall Street semalam, yaitu indeks S&P500 melesat 0,74% dan Nasdaq kembali terbang 1,51%. Sedangkan Dow Jones ditutup cenderung stagnan.
Di tengah potensi bearish berlanjut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham GJTL dengan target harga Rp 1.320-1.385 dan PGAS dengan target harga Rp 1.650-1.700. Sebaliknya saham AMMN dan SSIA direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 140 poin (1,90%) menjadi 7.243,86. Pemodal asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo bernilai Rp 1,62 triliun, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 551,04 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 385,35 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 268,48 miliar.
Baca Juga
BEI Buka Kembali Transaksi Tiga Saham Ini, Dua Langsung Masuk PPK
Kejatuhan indeks kemarin dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 3,47%, sektor teknologi 2,33%, sektor keuangan 0,97%, sektor energi 0,91%, sektor industry 0,94%, sektor consumer non primer 0,80%, dan sektor kesehatan 0,91%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer 0,07% dan sektor property 0,33%.
Meski IHSG anjlok parah, dua saham ini masih berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Indo Straits Tbk (PTIS) naik 24,79% menjadi Rp 292 dan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,57% menjadi Rp 436.
Grafik IHSG

