Donald Trump Menang, Reksa Dana Jenis Ini Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Hasil perhitungan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan keunggulan sementara Donald Trump dibandingkan Kamala Harris. Apabila Donald Trumph menang diharapkan kebijakan penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) bisa terus berlanjut.
Direktur Panin Asset Management (Panin AM) Rudiyanto mengatakan, pasar berharap Trump bisa mempercepat penurunan suku bunga dan meredakan eskalasi perang di dunia. Hal ini terlihat dari periode pemerintahan Donald Trump sebelumnya yang berhasil menekan eskalasi dapat diminimalisir. “Jadi mungkin mudah-mudahan suhu politik bisa lebih baik,” terangnya pada investortrust.id, Rabu (6/11/2024).
Baca Juga
Pilpres AS 2024: Donald Trump Menang 'Electoral dan Popular Votes'
Di samping itu, ia menjelaskan, guidance pemangkasan suhu bunga dari The Fed menyatakan bahwa akan terjadi pemangkasan sebesar 50 basis poin yang kemungkinan dilaksanakan pada November dan Desember. Kemudian, tahun depan pemangkasan akan berlanjut sebesar 1%.
“Jadi suku bunga turun saja sudah oke, tanpa harus buru-buru. Pelaku pasar maunya turunnya cepat dan besar. Tapi kalau diambil sesuai schedule saja, menurut saya itu sudah oke,” terangnya.
Sebagai catatan, pada September 2024 The Fed telah memotong suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin. Sementara itu, konsensus pasar menyatakan bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin tahun Ini.
Baca Juga
Pengendali Ini Rajin Tambah Saham di Indonesian Tobacco (ITIC), Ada Apa?
Untuk itu, Rudiyanto memaparkan, reksa dana yang berkaitan dengan suku bunga, seperti reksa dana pendapatan tetap memiliki prospek yang baik hingga akhir tahun.
Walaupun demikian, dia mengatakan, reksa dana saham yang diterbitkan Panin AM masih berhasil catatkan return tinggi, meski volatilitas pasar saham tinggi. “Karena kita dilakukan pendekatan aktif. Jadi kita pilih saham dan hasilnya di atas. Jadi kalau itu nasabah tetap disesuaikan profil risiko,” pungkasnya.

