IHSG Terkoreksi Jelang Penutupan, Namun Lima Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/10/2023), ditutup berbalik terkoreksi sebanyak 11,75 poin (0,17%) menjadi 6.874,83 setelah sepanjang hari bergerak di zona hijau.
IHSG bergerak dalam rentang 6.874,83-6.934,80 denga nilai transaksi Rp 9,5 triliun. Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan bursa utama Asia, seperti indeks Nikkei Naik 532 poin, indeks Hang Seng menguat 26 poin, dan Strait Times Singapura menguat 9 poin.
Baca Juga
Margin Keuntungan Kuat, Berikut Target Harga Saham MAP Aktif (MAPA)
Pelemahan IHSG dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham berikut, yaitu saham sektor energi turun 1,03%, sektor material dasar melemah 0,74%, dan sektor properti terkoreksi 1,04%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor kesehatan 2,34%, sektor teknologi 0,57%, dan sektor konsumer non primer 1,92%.
Meski IHSG terkoreksi, kelima saham ini torehkan lompatan harga paling tinggi. Kelima saham melesat hingga auto reject atas (ARA) saham PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) naik Rp 28 (35%) menjadi Rp 108, PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) melesat Rp 38 (34,86%) menjadi Rp 147, PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa M Tbk (JMAS) melesat Rp 21 (33,87%) menjadi Rp 83.
Baca Juga
Tingkatkan Kualitas Saham Listing, Dirut BEI Iman Rachman Paparkan Skenario Ini
Lonjakan hingga ARA juga melanda saham PT Sekar Laut Tbk (SKLT) naik Rp 1.130 (24,73%) menjadi Rp 5.700 dan saham PT Sekar Bumi TBk (SKBM) dengan kenaikan Rp 76 (25%) menjadi Rp 380.
Sebaliknya pelemahan melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA), PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK), dan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES).

