Bitcoin Policy Institute Beberkan Alasan Bitcoin Cocok Jadi Aset Cadangan
JAKARTA, investortrust.id - Sebuah makalah terbaru dari Bitcoin Policy Institute berjudul ‘The Case for Bitcoin as a Reserves Asset’ menyatakan bahwa bank sentral harus mengadopsi Bitcoin sebagai aset cadangan untuk melindungi aset dari kenaikan inflasi, risiko geopolitik, gagal bayar negara, dan lainnya.
Melansir Cointelegraph, Senin (28/10/2024), penulis makalah tersebut yaitu Ekonom Matthew Ferranti berpendapat bahwa Bitcoin merupakan diversifikasi portofolio yang efektif karena korelasi yang lemah antara aset terdesentralisasi dan instrumen keuangan lainnya.
Ia juga menyoroti kurangnya risiko rekanan pada Bitcoin sebagai lindung nilai yang efektif terhadap gagal bayar negara, termasuk risiko sanksi keuangan yang akan berdampak pada negara-negara seperti Venezuela dan Rusia.
Baca Juga
Alokasi Bitcoin dan emas, dikatakan Matthew, mungkin bukan jawaban bagi setiap bank sentral. Namun aset digital yang baru lahir ini memiliki fungsi penyimpanan nilai dan sifat lindung nilai yang sama seperti emas, khususnya terhadap depresiasi mata uang yang cepat.
Makalah Bitcoin Policy Institute menggemakan seruan dari para kandidat presiden dan anggota parlemen Amerika Serikat (AS) untuk menetapkan Bitcoin sebagai aset cadangan strategis dari Departemen Keuangan AS.
Baca Juga
Harga Bitcoin Menuju Titik Tertinggi Sepanjang Masa, Investor Tunjukkan Antusias
Hal ini menyusul pidato utama dari Donald Trump di Konferensi Bitcoin 2024 di Nashville, Tennessee. Trump mengisyaratkan pembayaran utang nasional dengan Bitcoin, mengingat pasokannya yang dibatasi untuk menyerap dan mengubah inflasi mata uang.
Sementara CEO Microstrategy Michael Saylor memuji inisiatif cadangan strategis Bitcoin sebagai padanan pembelian Louisiana di abad ke-21. Hal ini merujuk pada langkah mantan Presiden AS Thomas Jefferson yang membeli wilayah Louisiana dari Prancis seharga US$ 15 juta pada 1803, alhasil menggandakan luas wilayah geografis AS pada saat itu.
Meski gagasan cadangan strategis ini populer di kalangan pemegang Bitcoin, tidak semua orang setuju dengan upaya tersebut. Pendiri Cardano Charles Hoskinson sebelumnya berpendapat, meski adopsi Bitcoin sebagai aset cadangan strategis akan meningkatkan harganya, hal itu juga akan memungkinkan tokoh negara mempengaruhi jaringan Bitcoin.

