Harga Emas Melesat, Imbal Hasil Obligasi AS Tertekan
CHICAGO, investortrust.id- Harga emas melonjak hingga menggapai posisi tertinggi dalam tiga pekan pada penutupan perdagangan Selasa, waktu AS atau Rabu (30/8) pagi WIB. Level harga tertinggi dicapai setelah kenaikan terjadi dalam dua sesi berturut-turut. Pada sisi lain, data ekonomi AS yang lebih rendah dari perkiraan menekan kurs dolar dan imbal hasil obligasi AS.
Berdasarkan data dari Comex New York Exchange, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember melonjak 18,30 dolar AS atau 0,94% dan ditutup pada posisi 1.965,10 dolar AS per ounce. Adapun harga tertinggi selama sesi pada posisi 1.966,50 dolar AS dan level terendah pada posisi 1.941,70 dolar AS per ounce.
Baca Juga
"Harga mendapat dorongan dari pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS didukung data JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey) AS," ujar Craig Erlam, analis emas dari OANDA seperti dikutip Antara.
Perusahaan riset Conference Boardmelaporkan, indeks kepercayaan konsumen turun menjadi 106,1 pada Agustus dari revisi 114 pada Juli. Para analis memperkirakan angkanya berkisar 116.
Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, lapangan AS di AS turun menjadi 8,8 juta pada Juli, paling sedikit sejak Maret 2021 dan turun dari 9,2 juta pada Juni.
Imbal Hasil Obligasi
Indeks dolar AS dan imbal hasil Treasury turun menyusul data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun 4,122% pada Selasa (29/8).
Baca Juga
Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik Perpanjang Umur Industri Tak Hanya 20 Tahun
Menurut data FactSet, harga obligasi telah menyentuh level tertinggi sejak 2007 pada minggu lalu, ketika diperdagangkan hanya sebesar 4,37%.
Sementara itu, dolar AS bergerak di bawah level tertinggi sejak Maret. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama laindiperdagangkan pada posisi 103,516, Selasa (29/8).
Para investor umumnya juga menunggu laporan produk domestik bruto (PDB) yang akan dirilis Rabu waktu setempat. Data indeks pengeluaran konsumsi pribadi Juli dilansir Kamis (31/8) dan laporan ketenagakerjaan AS Agustus dijadwalkan Jumat (1/9).

