Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, ICBP, JPFA, MYOR, ESSA, dan CTRA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi melemah, dengan pergerakan di range 7.280-7.370. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investasi, antara lain Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), Mayora Indah (MYOR), ESSA Industries Indonesia (ESSA), dan Ciputra Development (CTRA).
“IHSG pada perdagangan Selasa, 19 Maret 2024, berhasil mencatatkan kinerja positif dengan menguat 0,47% di tengah pelemahan bursa Asia. Penguatan IHSG ditopang oleh berlanjutnya kenaikan harga komoditas migas, yang berbanding lurus dengan penguatan saham-saham migas,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Rabu (20/3/2024).
Baca Juga
IHSG Peluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham INCO, AKRA, ENRG, dan BIRD
Sentimen ini berhasil membuat indeks sektor energi kembali melanjutkan penguatan yaitu sebesar 0,73% kemarin. Selain itu, saham dari sektor konsumen primer memimpin penguatan sebesar 1,08%. Jika ditelisik lebih lanjut, penguatan didukung oleh saham-saham emiten minyak sawit mentah (CPO), lantaran permintaan kenaikan di bulan Ramadan. Selain itu, penguatan juga didukung oleh emiten poultry, di mana penurunan harga jagung yang terus berlanjut akan menurunkan beban pokok penjualan emiten unggas yang berpotensi meningkatkan net margin.
Di sisi lain, setelah menjadi juara di perdagangan hari sebelumnya lantaran pelaku pasar menantikan rilis kinerja emiten GOTO yang memiliki bobot besar di IHSG, sektor teknologi justru mencatatkan pelemahan paling signifikan. Koreksinya sebesar 0,89% kemarin.
Dari sisi akumulasi, investor asing menunjukan optimisme dengan akumulasi net buy saham sebesar Rp 761,87 miliar kemarin. Adapun 5 saham yang paling banyak diakumulasi adalah BMRI, ASII, PGAS, CTRA, dan TLKM.
RDG BI dan Pengumuman KPU
Analis Mega Capital Sekuritas ini menjelaskan lebih lanjut, pelaku pasar kini menanti proyeksi ekonomi dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini. Selain itu, menanti pengumuman resmi hasil Pemilu 2024, yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum paling lambat hari ini.
"Jika proses pengumuman berjalan damai dan tidak menimbulkan kericuhan, maka bisa membuat IHSG lanjut menguat," ucapnya.
Baca Juga
Deretan Saham Paling Dijagokan Usai Pemilu, Ada BBRI, BBNI, HMSP hingga ICBP
Dari sentimen global, lanjut dia, bursa Eropa mencetak rekor tertinggi, bursa AS dan Asia sideways. Pelemahan di bursa saham global disebabkan oleh sikap risk off pelaku pasar menjelang FOMC The Fed.
Sementara, bursa Eropa kompak menguat dengan indeks bluechip Eropa STOXX 50 hampir menembus level psikologis 5.000. Penguatan terjadi setelah rilis data pertumbuhan upah di kawasan Eropa per kuartal IV-2023 mencatatkan pertumbuhan terendah sejak kuartal III-2022.
"Hal ini mendukung laju penurunan inflasi di Eropa yang juga menjadi pertimbangan kebijakan moneter ECB. Beralih ke Asia, mayoritas bursa regional bergerak melemah, kecuali indeks Nikkei Jepang yang menguat berkat keputusan Bank of Japan (BOJ) untuk mengakhiri tren suku bunga minus ke level 0 hingga 0,1%, seiring target inflasi 2% yang tercapai dalam setahun terakhir," tuturnya.
(Disclaimer on)

