Suku Bunga Turun, Mirae Asset Prediksi IHSG Mampu Capai Level 7.915
JAKARTA, investortrust.id - PT Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan bahwa pemangkasan suku bunga dan inflasi yang stabil merupakan sentimen positif bagi pasar saham dan obligasi. Untuk itu indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai mampu mencapai level 7.915.
"Target kita 7.915. Kalau misalkan bisa ada asumsi lebih positifnya lagi, untuk ke 8.000, juga sangat mungkin,” ujar Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto dalam acara Mirae Asset Media Day: October 2024, Kamis (17/10/ 2024).
Rully juga menekankan bahwa pandangan pasar ke depan akan sangat dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global. Penurunan suku bunga di dalam negeri juga akan memberikan ruang bagi pasar modal untuk menguat lebih lanjut.
Baca Juga
Mirae Asset Rekomendasikan Saham Emiten Unggas, Pilihan Teratas Ini
Di sisi lain, sentimen dalam negeri seperti informasi mengenai sejumlah nama-nama familiar dari calon menteri dan calon wakil menteri dalam kabinet mendatang dinilai mempengaruhi pergerakan IHSG secara jangka pendek.
"Kebijakan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi global akan menjadi faktor kunci bagi prospek pasar modal Indonesia. Dengan inflasi terkendali, dan tentu saja disertai dengan nilai tukar yang stabil, sehingga ruang penurunan suku bunga BI lebih terbuka, kami optimistis terhadap fundamental ekonomi dan juga pasar modal Indonesia,” imbuhnya.
Menurut Rully, dengan suku bunga yang lebih rendah, biaya pinjaman juga akan turun, sehingga dapat memacu belanja konsumen dan investasi. Momentum perbaikan ekonomi domestik dan kebijakan moneter ini diyakini dapat menghadapi tantangan dari faktor makroekonomi global.
"Dalam kondisi ini, investor cenderung beralih ke aset safe haven untuk menjaga portofolio mereka. Namun, kami optimistis pasar modal Indonesia mampu menjaga stabilitas meski ditengah tantangan global," pungkas Rully.
Baca Juga
Mirae Asset Sekuritas Pertahankan Target IHSG 8.000, Penguatan Didukung Sentimen Ini
Lebih lanjut, domestik Indonesia dinilai juga akan membaik didorong oleh perbaikan daya beli seiring inflasi yang terkendali. Untuk itu, Rully mengatakan bahwa beberapa sektor yang diuntungkan dari kondisi ini meliputi perbankan, barang konsumsi, industri farmasi, dan telekomunikasi.
"Keberhasilan dalam mengendalikan inflasi memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat, yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang stabil dan membaik ke angka 124,4 pada Agustus," papar Rully. (CR-4)

