Perbaikan Sektor Perbankan Berlanjut hingga Kuartal III-2024, Simak Target Harga Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – Sektor perbankan nasional menunjukkan perbaikan likuditas dan pertumbuhan penyaluran kredit pada kuartal III-2024. Perbaikan tersebut berpotensi mengerek naik laba bersih seluruh emiten perbankan nasional. Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menjadi pilihan teratas.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (16/10/2024), menyebutkan bahwa pertumbuhan laba besih sektor perbankan nasional mencapai 7-23% pada kuartal III-2024. Hal ini diharapkan membuat peningkatan laba bersih Januari-September 2024 mencapai 5-21%.
Baca Juga
Dana Melimpah, MIND ID Siap Tambah Saham di Freeport Jadi 61,2%
“Pertumbuhan laba yang pesat tersebut ditopang atas pertumbuhan kuat kredit bersamaan dengan NIM lanjutkan resilensi sampai akhir September 2024,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta hari ini.
Prospek Saham Bank
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pertumbuhan laba paling konsolidasi paling pesat bakal dicatatkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berkisar 21,1% menjadi Rp 5,08 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 13,5% menjadi Rp 41,33 triliun. Selanjutnya dicatatkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sekitar 5,8% menjadi Rp 41,34 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebanyak 5,1% menjadi Rp 16,56 triliun. Sebaliknya PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) diprediksi catatkan penurunan laba bersih sebanyak 21,2% menjadi Rp 791 miliar.
Selain factor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, biaya dana (CoF) perbankan akan terus menunjukkan penurunan sampai akhir tahun ini, seiring dengan berlanjutnya pertumbuhan permitnaan kredit. Penurunan paling dalam biaya dana diharapkan terjadi mulai kuartal I tahun depan.
Baca Juga
Berbagai factor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor perbankan dengan pilihan teratas saham BBCA. Saham ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 12.400. Sedangkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tidak ikut diriset, karena bertindak sebagai pemegang pengendali BRI Danareksa Sekuritas.
Perusahaan sekuritas domestic ini juga merekomendasikan beli saham BMRI dengan target harga Rp 8.200 dan saham BBNI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 7.600. Adapun saham BRIS dan BTPS direkomendasikan hold dengan target harga masing-masing Rp 2.800 dan Rp 1.300.
Grafik Saham Bank

