Pergerakan Saham Bank Papan Atas, BRI (BBRI) Memimpin
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melesat pada perdagangan pagi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2/2024). Saham BBRI menjadi saham bank paling cuan pagi hari ini.
Data BEI menyebutkan saham BBRI sempat melesat hingga menguat Rp 150 menjadi Rp 6.250. Hingga pukul 09.30 WIB, penguatan saham BBRI mencapai Rp 125 (2,05%) menjadi Rp 6.225. Saham BBRI memimpin saham tercuan dari empat saham bank papan atas di BEI pagi hari ini.
Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp 50 (0,51%) menjadi Rp 9.925, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp 50 (0,70%) menjadi Rp 7.200, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat Rp 75 (1,28%) menjadi Rp 5.950.
Baca Juga
Bos BBRI Beri Bocoran Dividen Bernilai Jumbo, Siap-siap Cek Rekening
Sementara itu, Samuel Sekuritas dalam riset terbaru yang diterbitkan kemarin mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.800. Target tersebut mempertimbangkan potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja yang kuat tahun 2024.
Analis Samuel Sekuritas Brandon Boedhiman dan Prasetya Gunadi mengatakan, pertumbuhan kredit segmen ultra mikro (PNM dan Pegadaian) perseroan akan terus melampaui pertumbuhan kredit bank-only. Bahkan, segmen ini diperkirakan berkontribusi sebanyak 12% terhadap total kredit BBRI tahun 2024, dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 9%.
Sedangkan NIM perseroan diperkirakan stagnan berkisar 7,9-8,0% tahun 2024. Target tersebut mempertimbangkan kenaikan biaya dana (CoF) menjelang bulan Ramadhan dan repatriasi dividen.
Baca Juga
Saham BRI (BBRI) Tembus Rp 6.000, Target Harganya Ternyata masih Tinggi
Sedangkan dari sisi kualitas aset, LAR BBRI diperkirakan berada di bawah 10% tahun 2024, dibandingkan Desember 2023 sektiar 12,5%. Begitu juga dengan rasio NPL diperkirakan lanjutkan penurunan menjadi sekitar 2,9%.
Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.800. Target harga tersebut mengisyaratkan PBV perseroan tahun 2024 sebesar 3,1 kali, dibandingkan sektor bank sekitar 2,9 kali. Target harga tersebut juga didukung struktur permodalan perseroan yang kuat.

