Pefindo Pertegas Peringkat J Resources (PSAB) pada idBBB+, Gerak Harga Saham Dipantau!
JAKARTA, investortrust.id – Lembaga peringkat efek, Pefindo menegaskan peringkat idBBB+ dengan prospek stabil untuk PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Peringkat tersebut juga berlaku untuk Obligasi Berkelanjutan I dan MTN I yang diterbitkan Perseroan, untuk jangka waktu sejak, 10 Oktober 2024 hingga 1 Oktober 2025.
Analis Pefindo Ayuningtyas Nur dan Kresna Wiryawan menjelaskan, Efek utang dengan peringkat idBBB mengindikasikan parameter proteksi yang memadai dibandingkan efek utang Indonesia lainnya.
Walaupun demikian, kondisi ekonomi yang buruk atau keadaan yang terus berubah akan dapat memperlemah kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang. Sementara tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.
‘’Peringkat mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang Perusahaan yang cukup besar, fleksibilitas keuangan yang moderat, dan permintaan emas yang stabil. Peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan Perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas, serta risiko terkait pengembangan tambang baru,’’ urai Ayuningtyas dan Kresna dalam Laporan Peringkat yang dirilis, Selasa (15/10/2024).
Baca Juga
Di Tengah Lompatan Kinerja dan Harga Emas, Saham J Resources (PSAB) Menggiurkan
Peringkat dapat dinaikkan apabila PSAB telah secara penuh mengoperasikan proyek Doup sesuai dengan yang diproyeksikan yang dapat memperbaiki profil keuangan Perusahaan secara berkelanjutan.
Kemudian, peringkat dapat berada dalam tekanan apabila Perusahaan tidak dapat memperoleh pendanaan yang dibutuhkan secara tepat waktu yang dapat menunda konstruksi atas proyek Doup.
Keterlambatan ini dapat berdampak pada penurunan volume produksi yang signifikan dibanding yang diproyeksikan dalam waktu dekat dan berdampak negatif pada pendapatan PSAB yang dapat memperburuk profil keuangan Perusahaan.
‘’Penurunan signifikan atas harga emas juga dapat memicu penurunan peringkat, karena hal ini dapat memperburuk profil finansial Perusahaan,’’ katanya.
PSAB didirikan pada tahun 2002 dengan kegiatan Perusahaan meliputi eksplorasi, pertambangan, dan pengolahan emas. Perusahaan mempunyai aset pertambangan yang terdiversifikasi di Indonesia (Seruyung di Kalimantan Utara dan Bakan, Lanut, dan Doup di Sulawesi Utara) dan Malaysia (Penjom).
Baca Juga
Sandiaga Uno Siapkan Skenario Transisi di Kemenparekraf, Termasuk Pemecahan Jadi 2 Kementerian
Perusahaan mempunyai dua tambang yang berproduksi dan satu tambang dalam tahap konstruksi. Per tanggal 30 Juni 2024, pemegang saham Perusahaan adalah Jimmy Budiarto (92,50%) dan publik (7,50%).
Grafik Harga Saham PSAB secara Ytd:

