Pilarmas Investindo Rekomendasikan Saham SMGR, ARTO dan BUKA
JAKARTA, investortrust.id - PT Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksi, indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.465– 7.675, Senin (14/10/2024).
Sementara itu, Pilarmas mencermati bahwa pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dari luar negeri di mana China menunjukkan data inflasi yang justru mengalami penurunan dari sebelumnya 0,6% menjadi 0,4%, begitupun dengan data inflasi produsen yang kembali turun dalam dari sebelumnya 1,8% menjadi 2,8%.
Hal ini dinilai merupakan penurunan selama 24 bulan berturut turut, bahkan penurunan hingga 2,8% ini lebih dalam daripada proyeksi consensus yang hanya 2,6%
“Inflasi kami proyeksikan masih akan rendah dibandingkan dengan target pemerintah, seperti daya beli dan konsumsi juga masih belum pulih,” tulis Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam riset hariannya, Senin (14/10/2024).
Baca Juga
IHSG Diramal Rebound, 4 Saham Syariah Ini Direkomendasikan ‘Buy’
Lebih lanjut, Pidato Kementrian Keuangan China yang disampaikan Sabtu akhir pekan lalu, ternyata jauh dari ekspektasi. Lan Fo’an menjanjikan akan mendukung lebih banyak sektor properti yang sedang berjuang dan akan terus meningkatkan pinjaman pemerintah untuk menopang perekonomian.
Namun, Pilarmas melihat insentif terhadap permintaan akan konsumsi masih belum disampaikan, sehingga apa yang dikatakan oleh Lan Fo’an masih jauh dari apa yang diharapkan pelaku pasar dan investor.
Selanjutnya, sentimen dari dalam negeri yang dinilai Pilarmas akan mempengaruhi pergerakan pasar saham adalah Pemerintahan Prabowo-Gibran berkomitmen menjadikan sektor perumahan dan properti sebagai prioritas utama, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunan minimal 8%.
Sehingga, lembaga khusus untuk perumahan akan dibentuk dan akan memberikan berbagai insentif guna mencapai target ambisius membangun 3 juta rumah setiap tahun, atau 15 juta rumah dalam lima tahun.
Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa insentif pajak akan diberikan untuk transaksi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk penghapusan sementara Pejak Pertambahan Nilai (PPn) sebesar 16% dari total 21% pajak. Oleh daripada itu, kata dia kehilangan pendapatan negara akan digantikan oleh sumber pendapatan lain yang dikelola oleh Kementerian Penerimaan Negara, yang mana hal ini terinspirasi dari teknik China.
Sementara itu, para pengembang properti berharap pemerintah baru memperhatikan pajak properti non MBR karena ada risiko penurunan pasar properti pada tahun depan. Hingga akhir 2024, insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPn) Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% masih berlaku untuk rumah dengan harga hingga Rp 5 miliar.
Baca Juga
Sedangkan pada tahun 2025 nanti, rencana menaikan PPn untuk sektor properti menjadi 12% masih dalam pertimbangan. Adapun, rencana untuk menunda kenaikan PPn ini disebabkan oleh kondisi ekonomi saat ini yang masih menghadapi tantangan, daya beli dan konsumsi rumah tangga yang masih melemah, serta kondisi bisnis yang membutuhkan dukungan.
“Kami menilai penundaan memang perlu dilakukan sebab perekonomian sempat mengalami kontraksi yang diakibatkan oleh tingginya tingkat suku bunga, sehingga diperlukan kebijakan yang meringankan agar perekonomian kembali memulih, dengan cepat. Terutama di tahun depan dimana temanya adanya akselerasi pemulihan dan kebangkitan ekonomi,” pungkas Nico.
Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari Pilarmas Investindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
Support: 4.000
Resistance: 4.620
Target harga: 4.590
PT Bank Jago Tbk (ARTO)
Support: 2.750
Resistance: 2.970
Target harga: 2.960
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
Support: 126
Resistance: 143
Target harga: 141.

