IHSG Cenderung Koreksi, Hindari Saham BRIS, BUKA, dan BDMN
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/10/2023), diprediksi bergerak cenderung melemah dalam kisaran 6.895-6.973. Hal ini terlihat setelah indeks membentuk pattern double top.
IHSG akhir pekan lalu ditutup turun tipis 8,37 poin (0,12%) menjadi 6.926,78. Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 149,60 miliar di seluruh pasar. Sedangkan saham yang bertahan ARA adalah PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) dan PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK).
Sedangkan bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan penurunan paling dalam melanda indeks teknologi Nasdaq sebesar 1,23% dan S&P500 melemah 0,50%. Sebaliknya indeks Dow Jones ditutup menguat 0,12%.
Di tengah potensi penurunan indeks, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan trading buy tiga saham berikut, yaitu saham ELSA dengan rentang pergerakan Rp 380 – 454, saham EXCL diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 2.280 – 2.650, dan saham MPMX diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp 980 – 1.100.
Sebaliknya tiga saham ini direkomendasikan sell oleh BRI Danareksa Sekuritas, yaitu saham BRIS dengan rekomendasi sell kisaran pergerakan Rp 1.445 – 1.640, saham BUKA sell dengan kisaran pergerakan Rp 193 – 226, dan saham BDMN direkomendasikan sell dengan kisaran pergerakan Rp 2.720 – 2.900.

