TikTok Tuntaskan Investasi US$ 1,5 Miliar di Tokopedia, Valuasi Saham GOTO Terkerek
JAKARTA, investortrust.id – Investasi TikTok Shop di Tokopedia dapat dikategorikan sebagai transaksi yang menguntungkan semua pihak mulai dari investor saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) hingga entitas perseroan.
GOTO kemarin mengumumkan bahwa Tokopedia menjadi mitra e-commerce Tikto di Indonesia setelah menggelontorkan investasi US$ 1,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membeli sebanyak 75,01% saham baru yang diterbitkan Tokopedia dan promissory note dari TikTok sebesar US$ 1 miliar.
Penuntasan transaksi tersebut menjadikan saham GOTO pagi hari ini dibuka langsung melesat 3,41% menjadi Rp 91. Hingga pukup 10.00, saham GOTO berhasil menguat Rp 4 (4,55%) menjadi Rp 91.
Baca Juga
Dengan demikian, Tokopedia kini berada di bawah pengelolaan Tiktok dan neraca keuangan Tokopedia sudah dekonsolidasi dari GOTO. Di sisi lain, GOTO mulai menerima pendapatan rutin berupa komisi dari seluruh transaksi di platform Tokopedia baru tersebut.
“Kalau dilihat skema investasi TikTok menyuntikkan modal ke Tokopedia seperti right issue umumnya, sehingga ada fresh fund masuk ke Tokopedia yang akan dibutuhkan untuk operasional kedepannya” kata analis Panin Sekuritas Rizal Nur Rafly.
Dia mengatakan, dari transaksi tersebut memang menimbulkan dilusi kepemilikan saham Tokopedia oleh GOTO menjadi 25%. Namun, penurunan saham tersebut menjadi tidak utama, karena GOTO memiliki hak non-dilutive shareholding, sehingga segmen e-commerce masih tetap terintegrasi dengan ekosistem GOTO.
“Memang pada akhirnya laporan keuangan GOTO tidak lagi mengkonsolidasikan Tokopedia. Namun untuk kebutuhan modal Tokopedia ke depan sudah aman dari investasi TikTok. Di sisi lain, GOTO mendapatkan komisi yang akan menjadi recurring income yang dicatatkan setiap kuartal. Komosisi mengacu pada besaran GTV Tokopedia dan TikTok Shop. Ini langsung dicatatkan di bottom-line dan menjadi tambahan likuiditas, tanpa mengeluarkan cost yang besar” tambah Rafly.
Baca Juga
Tiga Sekuritas Ini Beri Pandangan Positif Usai Tiktok Masuk, Saham GOTO Pilihan Teratas
Kesepakatan tersebut, terang dia, bakal menguntungkan semua pihak, karena TikTok mendapatkan mitra strategis di pasar terbesar Asia Tenggara yakni Indonesia. Tokopedia mendapatkan suntikan dana segar untuk melanjutkan pertumbuhan dan GOTO semakin cepat dalam hal profitabilitas.
"Bagi investor GOTO, transaksi TikTok dan Tokopedia ini akan menjadi milestone baru di mana peluang pertumbuhan bisnis yang solid, yang akan mempercepat akselerasi profitabilitas. Hal tersebut juga akan mengarah pada peningkatan valuasi GOTO sebagai perusahaan publik" kata Rafly.
Senada dengan Rafly, riset Mandiri Sekuritas juga menyebut deal antara Tokopedia dengan TikTok akan memberikan nilai tambah. Menurut riset tersebut klausul non-dilutive GOTO akan menjadi berharga setelah suntikan dana bersih TikTok sebesar US$ 1,5 miliar habis, sehingga memerlukan modal tambahan yang tidak akan bersifat dilutif terhadap kepemilikan GOTO di Tokopedia.
Baca Juga
Mantan Menkeu Agus Martowardojo Borong 169,58 Juta Saham GOTO, Harganya Segini
Mandiri Sekuritas juga menekankan setelah transaksi tersebut tuntas, GOTO dapat merealokasikan sumber dayanya dalam bentuk kas yang mencapai Rp 25,2 triliun pada akhir kuartal III-2023 ke bisnis on-demand service dan fintech yang lebih menguntungkan.
Pandangan bahwa investasi TikTok ke Tokopedia dapat mempercepat profitabilitas GOTO juga disampaikan Shinhan Sekuritas dalam laporan risetnya.
“EBITDA yang disesuaikan positif GOTO pada FY24F akan dapat dicapai berkat kesepakatan ini karena GOTO tidak perlu lagi mendanai unit e-commerce (Tokopedia), yang telah mengalami pengeluaran kas yang tinggi namun dengan margin kontribusi tambahan yang lebih rendah dibandingkan bisnis inti lainnya,.” tulis Billy Ibrahim Djaya analis Shinhan Sekuritas dalam laporan risetnya.

