Sepekan, IHSG Anjlok 2,61% dan Net Sell Rp 4,877 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan ini anjlok sebanyak 200,82 poin (2,61%) menjadi 7.496,09. Koreksi ini menjadi pekan kedua setelah pekan lalu juga ditutup melemah 0,60%.
Data BEI menyebutkan bahwa penurunan tersebut berimbas terhadap koreksi kapitalisasi pasar (market cap) BEI sebanyak 2,67% menjadi Rp 12.531 triliun. Sedangkan rata-rata perdagangan harian naik menjadi Rp 19,53 triliun.
Baca Juga
Pertumbuhan Lapangan Kerja AS September Melonjak di Atas Perkiraan
Penurunan indeks tersebut juga sejalan dengan berlanjutnya aksi jual saham oleh pemodal asing pekan ini. Data BEI menyebutkan total penjualan bersih (net sell) saham pekan ini mencapai Rp 4,87 triliun atau meningkat dari realisasi pekan sebelumnya Rp 3,36 triliun. Meski demikian, investor asing masih net buy saham di BEI ytd senilai Rp 47,86 triliun.
Net sell terbanyak saham pekan ini didominasi saham bank, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 2,81 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 875,19 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 623,71 miliar.
Sebaliknya tiga saham dengan pembelian bersih pesat pekan ini dicatatkan saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 356,76 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)146,47 miliar, dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).
Baca Juga
Gara-Gara Konflik Israel-Iran, Harga Minyak Melonjak Sekitar 9% dalam Sepekan
Kemarin, IHSG ditutup kembali anjlok sebanyak 47,74 poin (0,63%) hingga turun di bawah level 7.500, tepatnya 7.496,09. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 521,01 miliar.
Koreksi tersebut dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 2,34%, sektor properti 1,36%, sektor keuangan 0,73%, sektor consumer primer 0,78%, sektor transportasi 0,73%, dan sektor industru 0,49%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,50% dan sektor infrastruktur 0,11%.
Grafik IHSG 5 Hari

