Jumlah Peserta Tapera Capai 4,2 Juta Orang, Mayoritas ASN
JAKARTA, investortrust.id – Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho menyampaikan, jumlah peserta Tapera tembus di angka 4,2 juta orang, yang didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Peserta saat ini sekitar 4,2 juta dan mayoritas 4 juta lebih itu ASN. Kemudian ada pegawai BUMN, termasuk pegawai (bank) BTN, yang kita catat sebagai peserta dan juga peserta mandiri, Agen Laku Pandai yang itu jadi mitranya Tapera untuk pengembalian redemption hak ke pesertanya,” kata Heru saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Ia juga mengungkapkan, pihaknya telah menyalurkan sekitar 14.700 unit rumah kepada para ASN yang terdaftar dalam kepesertaan Tapera. “Sampai saat ini, mulai BP TAPERA mengambil alih tugas Bapertarum sudah kurang lebih 14.700 rumah yang kita sediakan untuk ASN,” tambah Heru.
Baca Juga
BP Tapera Telah Salurkan 151.902 Rumah FLPP Senilai Rp 18,56 Triliun hingga Kuartal III-2024
Heru menambahkan, bagi masyarakat yang ingin mengikuti kepesertaan Tapera dengan mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) harus memenuhi kriteria yang sudah ditentukan, seperti pekerja dan pekerja mandiri yang berpenghasilan maksimal Rp 8 juta per bulan atau masuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), telah berusia minimal 20 tahun dan berstatus kawin saat mendaftar.
Adapun, pekerja yang dimaksud meliputi ASN, anggota TNI/Polri, pejabat negara, pekerja Badan usaha Milik Negara (BUMN), pekerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pekerja Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan pekerja lainnya yang menerima gaji atau upah.
Masa kepesertaan Tapera dapat berakhir jika telah dinyatakan pensiun sebagai pekerja, mencapai usia 58 tahun bagi pekerja mandiri, meninggal dunia, serta tidak lagi memenuhi syarat dan kriteria selama lima tahun berturut-turut.
“Kan kalau mengajukan KPR-nya harus sesuai kriteria, sudah nabung minimal setahun begitu. Kemudian dia masuk kriteria MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), benar-benar belum punya rumah, mengajukan KPR untuk kepemilikan rumah pertama. Itu kan tahap verifikasi,” terang Heru.
Baca Juga
Sebagai informasi, hingga 26 September 2024, BP Tapera telah menyalurkan pembiayaan perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat umum sebanyak 151.902 unit rumah senilai Rp 18,56 triliun.
Adapun penyaluran tersebut tersebar di 33 provinsi, 390 kabupaten/kota, dan disalurkan oleh 37 bank penyalur dan dibangun oleh 6.880 pengembang di 10.325 perumahan. “Nah, jika melihat target 2024 sebanyak 8.717 unit rumah, maka masyarakat masih berpeluang untuk memanfaatkan pembiayaan perumahan Tapera ini,” kata Heru.

