IHSG masih Trend Bullish, Saham CMRY dan NISP Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/9/2024), masih berada di zona bullish trend, meskipun akhir pekan lalu ditutup melemah ke level bawah 7.700.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa koreksi IHSG masih terbilang wajar dan belum mematahkan trend bullish. Namun demikian pemodal disarankan untuk mewaspadai penurunan lebih dalam, apabila IHSG turun di bawah support 7.634.
Baca Juga
Sarana Menara (TOWR) Cetak Kenaikan Laba Semester I-2024, Nilainya Segini
Hari ini, BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan beli dua saham berikut, saham CMRY direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.950-6.300 dan saham NISP direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.440-1.490. Sebaliknya saham AMMN dan CPIN direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga terpangaruh laju bursa saham Wall Street akhir pekan lalu, yaitu Dow Jones menguat 0,33%. Sebaliknya indeks S&P500 dan Nasdaq justru melemah masing-masing 0,13% dan 0,39%.
Baca Juga
Dihadiri Presiden Jokowi, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024 Berjalan Sukses
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah sebayak 47,6 poin (0,61%) ke level 7.696,92. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 493,25 miliar, yaitu terbanyak saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 459,94 miliar, PT Bank Mandiri TbK (BMRI) Rp 459,41 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 245,14 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 105,44 miliar.
Pelemahan IHSG akhir pekan lalu dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur 0,71%, sektor industry 0,42%, sektor keuangan 0,39%, sektor material dasar 0,30%, sektor consumer non primer 0,28%, dan sektor transportasi 0,21%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor sektor energi 1,10%, sektor property 0,60%, sektor kesehatan 0,22%, dan sektor teknologi 0,14%.
Grafik IHSG

