IHSG Akhir Pekan Anjlok 47 Poin, Ternyata Saham Ini Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/9/2024), ditutup melemah sebayak 47,6 poin (0,61%) ke level 7.696,92. Pergerakan indeks dalam rentang 7.663-7.745 dengan nilai transaksi Rp 12,70 triliun.
Koreksi tersebut dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur 0,71%, sektor industry 0,42%, sektor keuangan 0,39%, sektor material dasar 0,30%, sektor consumer non primer 0,28%, dan sektor transportasi 0,21%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor sektor energi 1,10%, sektor property 0,60%, sektor kesehatan 0,22%, dan sektor teknologi 0,14%.
Baca Juga
Komit Sehatkan Kinerja, Bos Waskita Karya (WSKT) Ungkap Fokus Berikut
Meski IHSG anjlok, saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) menguat 34,55% menjadi Rp 148 dan PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) menguat 24,44% menjadi Rp 336.
Penguatan juga melanda saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) sebanyak 23,60% menjadi Rp 220, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melesat 22,81% menjadi Rp 700, dan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) sebanyak 19,05% menjadi Rp 5.500.
Baca Juga
Target Pertumbuhan Ekonomi 8% di Era Praboro, Ekonom: Semua Harus Dukung
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA), PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN), PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON), PT Green Power Group Tbk (LABA), dan PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI).
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis 3,62 poin (0,05%) menjadi 7.744,52. Namun pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,26 triliun di seluruh pasar dengan penyumbang terbesar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan total Rp 2,82 triliun.

