Saat Margin Keuntungan Triputra Agro (TAPG) Tumbuh Signifikan, Begini Prospek Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) tercatat sebagai emiten perkebunan kelapa sawit dengan pertumbuhan kinerja keuangan paling kuat sepanjang semester I-2024. Hal ini menjadikan saham ini layak untuk dilirik dengan potensi penguatan lebih lanjut.
Berdasarkan data kinerja keuangan perseroan, TAPG mencatatkan lompatan laba bersih sebanyak 106% dari Rp 484 miliar menjadi Rp 1 triliun. Pendapatan juga melesat dari Rp 3,77 triliun menjadi Rp 4,07 triliun. Margin laba bersih perseroan melesat dari 13% menjadi 25%.
Baca Juga
Komitmen Lindungi Hutan, Triputra Agro (TAPG) Jalin Kerja Sama Konservasi Hutan Adat di Jambi
“TAPG berhasil mencatatkan profitabilitas yang kuat ditunjukkan kenaikan margin laba kotor dari 21% menjadi 31% pada semester I-2024. Kenaikan pesat didorong penurunan biaya terutama pembelian pupuk bersamaan dengan kenaikan harga jual CPO,” tulis analis Phillip Sekuritas Marvin Lievincent dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Dia mengatakan, kinerja keuangan yang kuat tersebut menegaskan kapasitas TAPG secara konsisten untuk mempertahankan pertumbuhan nilai bagi para pemegang saham.
Terkait prospek harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tahun ini, dia mengatakan, telah terjadi kenaikan sebanyak 12% kurun waktu Januari-Agustus. Peningkatan tersebut dipengaruhi terbatasnya pasokan bersamaan dengan kenaikan permintaan pasar.
Dibandingkan dengan minyak nabati lainnya, dia mengatakan, penggunaan minyak sawit lebih massif, seperti untuk produk makanan, perawatan kulit, kosmetik. Peluang berlanjutnya kenaikan keuntungan juga terdorong keputusan pemerintah untuk mengurangi pajak ekspor CPO.
Baca Juga
Tarif Pungutan Ekspor CPO Diturunkan, Signal Positif untuk Sejumlah Saham Sawit Ini
“Pengurangan ekspor CPO bisa mengakibatkan peningkatan harga CPO di pasar domestic, karena perusahaan bakal memperbesar volume ekspor. Kebijakan tersebut tentu akan mengurangi suplai CPO di dalam negeri,” terangnya.
Namun demikian, Phillip Sekuritas menyebutkan, kebijakan penurunan pungutan ekspor CPO ini baru bisa berimbas positif terhadap kinerja keuangan emiten sawit tahun depan, begitu juga dengan TAPG.
Berbagai factor tersebut mendorong Phillip Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TAPG dengan target harga Rp 1.000. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksikan laba bersih perseroan tahun ini Rp 1,29 triliun dan pendapatan Rp 9,15 triliun.
Grafik Saham TAPG

