IHSG Optimistis Tembus 8.000 hingga Akhir 2024, Mandiri Sekuritas Beberkan Sejumlah Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id – Mandiri Sekuritas tetap optimistis indeks harga saham gabung (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa tembus level 8.000 akhir tahun 2024, meskipun dalam sepekan terakhir laju penguatan IHSG cenderung melambat.
Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, faktor pendorong mengangkat IHSG ke level 8.000 datang dari saham-saham dengan valuasi masih rendah. Saham-saham tersebut diperkirakan menjadi pendukung utama lompatan IHSG hingga akhir tahun ini.
Baca Juga
Mirae Asset Sekuritas Pertahankan Target IHSG 8.000, Penguatan Didukung Sentimen Ini
“Untuk skenario IHSG akhir tahun, kami menaikkan level basis penguatan hingga akhir tahun 7.800. Lalu, kalau skenario optimistisnya, kami menaikkan target IHSG ke level 8.000. Kami melihat, dari sisi valuasi, price to earnings ratio sejumlah saham masih cukup atraktif. Begitu juga dengan imbal hasil dari sisi dividen masih menawarkan harga atraktif untuk beberapa saham,” kata Joezer dalam acara Mandiri Macro and Market Brief secara daring, Kamis, (26/9/2024).
Tak hanya itu, Joezer menyebutkan, terbuka peluang untuk merevisi naik earnings per share (EPS) sejumlah emiten ke depan, seiring dengan ekspektasi pasar yang lebih positif, baik akselerasi pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan laba bersih, dan akselerasi nilai tukar rupiah. Hal-hal itu bisa memberikan angin positif untuk IHSG ke depan.
“Kalau kita lihat Amerika Serikat sudah mulai melakukan policy easing, sehingga akan memberikan ruang untuk pemerintah dan Bank Indonesia untuk menerapkan kebijakan pro-growth ke depan,” ujar dia.
Baca Juga
Raih Marketing Sales Rp 2,35 Triliun, Begini Prospek dan Target Saham Summarecon (SMRA)?
Terlebih, Joezer mengungkapkan, portofolio inflows Indonesia makin deras, seiring dengan imbal hasil terlihat menarik bagi pemodal setlah tingkat suku bunga global mengalami penurunan lebih lanjut. “So far, statement The Fed menunjukkan bahwa 50 basis poin masih terbuka, sehingga kami melihat skenario base case dan optimize this case masih bisa dicapai tahun ini,” terang dia.
Di tengah potensi tersebut, dia mengatakan, investor domestik maupun asing masih memiliki ruang untuk mencetak keuntungan dari pasar saham sampai akhir tahun. “Selain valuasi masih tergolong discount, bursa saham domestic masih tergolong light belum sampai heavy position,” ungkap dia.
Grafik IHSG

