IHSG Dibuka kembali Anjlok, Sejumlah Sektor Saham Terkoreksi
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/9/2024), dibuka lanjutkan penurunan sebanyak 40 poin (0,48%) menjadi 7.700.
Pelemahan tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor keuangan, sektor consumer primer, sektor infrastruktur, dan sektor transportasi. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi, sektor property, sektor energi, dan sektor non consumer primer.
Baca Juga
Patuhi Homologasi, WSBP Bayar Cicilan Utang Tahap 4 CFADS Rp 84,58 MIliar
Meski IHSG dibuka kembali terjungka, sejumlah saham pertahankan penguatan mengesankan, seperti saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) sebanyak 16,88% menjadi Rp 4.500, PT Nusantara Alamazia Tbk (NZIA) naik 8,75% menjadi Rp 87, dan PT Green Power Group Tbk (LABA) melesat 6,19% menjadi Rp 600.
Sebaliknya tiga saham berikut catatkan penurunan lebih dalam, yaitu saham PT Manggung Polahraya Tbk (MANG), PT Indo Straits Tbk (PTIS), dan PT Bank Multiartha Sentosa Tbk (MASB).
Baca Juga
Terkait Kenaikan PPN 12%, Pertimbangan Ungkap Terjepit Perintah Undang-Undang dan Daya Beli
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 37,59 poin (0,48%) menjadi 7.740,90. Penurunan tersebut dimanfaatkan pemodal asing untuk ambil untung yang tercermin dari penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,85 triliun. Penyumbang terbesar dari saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,67 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 551,86 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 121,32 miliar.
Koreksi tersebut dipicu atas koreksi sejumlah saham kapitalisasi pasar besar, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 3,62% menjadi Rp 5.225, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 3,45% menjadi Rp 5.600, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 3,03% menjadi Rp 7.200, dan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok 3,46% menjadi Rp 6.975.
