IHSG bisa Memantul dari Area Support, Saham BUKA, ESSA, dan MEDC Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/9/2024), berpotensi memantul dari area support. Hal ini membuka peluang IHSG menuju area 8.000-8.080.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, menyebutkan bahwa IHSG kemarin ditutup menguju support MA20 level 7.739. Penurunan sesuai dengan antisipasi sebelumnya. Meski demikian peluang IHSG untuk memantul tetap terbuka hari ini.
Baca Juga
Di tengah peluang penguatan IHSG hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli tiga saham berikut, yaitu saham BUKA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 127-132, saham ESSA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 920-1.000, dan saham MEDC direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.370-1.465. Sebaliknya saham JPFA direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi atas gerak bursa Wall Street semalam, yaitu Dow Jones ditutup melemah 0,70%. Indeks S&P500 melemah tipis 0,19% dan Nasdaq malah menguat tipis 0,043%.
Baca Juga
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 37,59 poin (0,48%) menjadi 7.740,90. Penurunan tersebut dimanfaatkan pemodal asing untuk ambil untung yang tercermin dari penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,85 triliun. Penyumbang terbesar dari saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,67 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 551,86 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 121,32 miliar.
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas koreksi sejumlah saham kapitalisasi pasar besar, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 3,62% menjadi Rp 5.225, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 3,45% menjadi Rp 5.600, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 3,03% menjadi Rp 7.200, dan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok 3,46% menjadi Rp 6.975. Sebaliknya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru masih bisa menguat 0,46% menjadi Rp 10.850.
Grafik IHSG

